Medan (beritalokal.my.id)-Diikuti sekira 58 ribu peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) se Sumatera Utara, Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I berhasil mencetak sejarah dengan masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI).
Seminar berlangsung serentak pada Rabu (3/6/2026), dengan pusat kegiatan di Kantor LLDikti Wilayah I, Jalan Sempurna Tanjung Sari Medan
melibatkan sivitas akademika dari berbagai kampus melalui kehadiran langsung maupun partisipasi daring.
Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.Si., Ph.D., mengatakan capaian tersebut bukan sekadar pencatatan rekor nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi swasta.
“Seminar 10 Pohon Ilmu diharapkan mampu menyatukan perspektif keilmuan lintas disiplin sekaligus memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Menurut Prof Saiful, konsep 10 Pohon Ilmu mengintegrasikan berbagai rumpun disiplin ilmu, mulai dari teknik, kedokteran, hukum, ekonomi, hingga biologi.
Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami kean antarbidang ilmu dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan kemajuan bangsa.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan seminar tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi aktif perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara.
Seluruh peserta terlibat melalui sistem pendataan dan verifikasi yang dilakukan secara terintegrasi untuk memastikan validitas keikutsertaan dalam pemecahan Rekor MURI.
Selain menjadi forum akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat kerja sama antarkampus melalui berbagai program kolaborasi yang telah dibangun LLDikti Wilayah I bersama perguruan tinggi swasta.
Prof Saiful menilai partisipasi dalam kegiatan berskala besar tersebut memiliki nilai strategis bagi perguruan tinggi, baik dalam penguatan kinerja institusi, dukungan terhadap proses akreditasi, maupun peningkatan daya saing kampus di tingkat nasional.
Dengan mengusung semangat Leaving No One Behind dan Tetap Nomor 1, LLDikti Wilayah I berharap Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu tidak hanya dikenang sebagai pemecah Rekor MURI, tetapi juga menjadi tonggak penguatan kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Sumatera Utara menuju daya saing global.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 10 materi dari berbagai bidang ilmu dipaparkan oleh para akademisi dan pakar dari sejumlah perguruan tinggi.
Di antaranya, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., yang membawakan materi Fondasi Filosofis Transformasi Pendidikan Berdampak: Relasi Ilmu, Nilai, Kemanusiaan, dan Dimensi Spiritual-Moral Pembangunan.
Rektor Universitas Prima Indonesia, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes., memaparkan materi Transformasi Sistem Kesehatan Menuju Pelayanan yang Inklusif, Preventif, dan Berkelanjutan.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Prof. Drs. H. Efendi Barus, M.A., Ph.D., menyampaikan materi Language for Inclusion and Knowledge Dissemination.
Selain itu, Ahmad Laut Hasibuan dari Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah membawakan materi Future-Ready Education: Transformasi Pendidikan untuk Menyongsong Masa Depan yang Berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Prof. Dr. Ir. Bilter A. Sirait, M.Si., menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan budaya ilmiah, memperkuat mutu pendidikan tinggi, serta mengonsolidasikan kolaborasi antar-PTS di Sumatera Utara.
“Integrasi 10 Pohon Ilmu diharapkan dapat meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi swasta di Sumut,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mewujudkan Indonesia yang maju dengan sumber daya manusia berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan 118 PTS dan sekitar 50.000 sivitas akademika yang terlibat dalam pemecahan rekor MURI ini,” ungkapnya.
Senior Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Triyono, berharap kegiatan itu menjadi momentum titik awal kebangkitan pendidikan Indonesia.
“Semoga pohon ilmu yang ditanamkan pada hari ini memberikan kemaslahatan untuk kemajuan Indonesia,” katanya.
Seminar juga dirangkai dengan penandatanganan MoU antara sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan beberapa perguruan tinggi swasta, guna memperkuat kolaborasi pendidikan, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia.
