Penuhi Aturan Free Float 15%, GOLF Siapkan Aksi Korporasi

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) mulai menyiapkan sejumlah opsi strategis untuk memenuhi ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI)peningkatan porsi kepemilikan saham publik (free float) menjadi minimal 15%.

Komisaris Independen GOLF Royani, mengatakan perseroan masih memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan struktur kepemilikan saham sesuai jadwal yang telah ditetapkan regulator. Saat ini, GOLF masuk dalam kelompok emiten yang diberikan masa transisi selama tiga tahun untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya tengah mengevaluasi berbagai alternatif aksi korporasi yang dapat dilakukan guna meningkatkan kepemilikan publik tanpa mengganggu kepentingan perusahaan maupun pemegang saham eksisting.

“Memang ada ketentuan baru yang mengharuskan perusahaan meningkatkan free float sampai 15%. Kebetulan kami masuk dalam kriteria 3 yang diberikan waktu sekitar tiga tahun untuk memenuhi ketentuan tersebut,” kata Royani dalam Public Expose GOLF, di Jakarta, ditulis Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, ia belum mengungkapkan langkah konkret yang akan diambil. Sejumlah skema masih dalam tahap pembahasan dan kajian internal sebelum diputuskan secara resmi oleh perseroan.

Lanjutnya, perusahaan ingin memastikan setiap opsi yang dipilih dapat memberikan manfaat optimal sekaligus mendukung likuiditas saham perusahaan di pasar.

Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, mayoritas saham GOLF masih dikuasai oleh PT Bali Pecatu Graha sebesar 88,49%. Sementara itu, PT Mandalapratama Permai memiliki porsi kepemilikan 1,15%, sedangkan saham yang beredar di publik mencapai 10,01%.

Dengan komposisi tersebut, perseroan perlu menambah sekitar 5% porsi kepemilikan publik untuk memenuhi ketentuan free float minimum yang ditetapkan BEI.

 

Kinerja GOLF Tahun 2025

PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Adapun GOLF membukukan pendapatan sebesar Rp 215,52 miliar sepanjang 2025, meningkat 9% dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 197,99 miliar. Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh kontribusi bisnis real estate serta segmen golf, restoran, dan usaha lainnya.

“Pada tahun 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 215,52 miliar atau tumbuh sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya. 

Meski pendapatan meningkat, perseroan mencatat penurunan laba bersih. Sepanjang 2025, laba bersih GOLF tercatat Rp 51,80 miliar, turun 23,3% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 67,57 miliar.

Dari sisi profitabilitas, GOLF berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp 129,09 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat 7,8% dibandingkan laba kotor tahun 2024 yang sebesar Rp 119,72 miliar.

 

Kinerja Keuangan GOLF Kuartal I-2026

PerbesarKaryawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Jumat (22/9/2023). (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal I-2026. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,595 miliar, meningkat 20,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,323 miliar.

Berdasarkan paparan kinerja perusahaan, pendapatan GOLF pada kuartal I-2026 mencapai Rp 28,824 miliar, naik 1,3% dibandingkan Rp 28,452 miliar pada kuartal I-2025. Sementara laba kotor meningkat 5,4% menjadi Rp 15,356 miliar dari Rp 14,575 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih lanjut, pertumbuhan laba bersih didukung oleh lonjakan laba usaha yang signifikan. Pada kuartal I-2026, laba usaha tercatat Rp 3,175 miliar, melonjak 146,2% dibandingkan Rp 1,290 miliar pada kuartal I-2025. 



error: Content is protected !!