beritalokal.my.id, Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai keterjangkauan harga menjadi salah satu kunci untuk mendorong lebih banyak generasi muda memiliki perlindungan asuransi. Di tengah meningkatnya minat Gen Z terhadap produk keuangan, industri asuransi dinilai perlu lebih gencar menyosialisasikan bahwa asuransi dapat dibeli dengan premi yang relatif murah.
Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Handoyo G. Kusuma, mengatakan masih banyak anak muda yang menganggap asuransi sebagai produk yang mahal dan sulit dijangkau. Padahal, sejumlah produk asuransi jiwa saat ini tersedia dengan premi mulai Rp 50.000 per tahun.
“Padahal sebenarnya asuransi kita ini enggak mahal-mahal amat, bahkan dengan Rp 50.000 saja bisa memberikan coverage selama 1 tahun penuh, dengan uang pertanggungan sekitar Rp 12 juta sampai Rp 20 juta,” ujar Handoyo di Graha AAJI, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, isu keterjangkauan menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari kalangan muda saat mengikuti kegiatan edukasi keuangan. Menurutnya, banyak peserta yang ingin mengetahui apakah mereka mampu membeli produk asuransi sesuai dengan kondisi keuangan mereka.
Handoyo menyampaikan hal tersebut berdasarkan pengalamannya saat menghadiri Jogja Financial Festival pada 23 Mei lalu. Dalam sesi edukasi yang dihadiri ratusan peserta, mulai dari lulusan SMA hingga perguruan tinggi, ia melihat ketertarikan terhadap industri asuransi cukup tinggi.
PerbesarIlustrasi premi asuransi. IgorVetushko/Depositphotos
Cara Memandang Asuransi
Menurut dia, generasi muda kini mulai memandang asuransi secara berbeda. Jika sebelumnya asuransi kerap dianggap sebagai beban pengeluaran, kini semakin banyak anak muda yang melihatnya sebagai bagian dari perencanaan keuangan dan perlindungan masa depan.
Meski demikian, Handoyo menilai literasi asuransi masih perlu terus diperkuat agar pemahaman tersebut dapat diikuti oleh peningkatan kepemilikan polis. Sosialisasi yang lebih intensif juga diperlukan agar masyarakat mengetahui bahwa produk asuransi tersedia dalam berbagai pilihan premi yang sesuai dengan kemampuan finansial.
“Yang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi, sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami manfaat perlindungan asuransi dan mulai memilikinya sejak dini,” katanya.
