Mamdani Jadi Wali Kota New York Pertama yang Boikot Parade Hari Israel

beritalokal.my.id, New York City – Puluhan ribu warga Yahudi dan pendukung Israel memadati Fifth Avenue, Manhattan, dalam parade tahunan Hari Israel pada Minggu (1/6), meskipun Wali Kota New York Zohran Mamdani memutuskan tidak menghadiri acara tersebut.

Ketidakhadiran Mamdani menjadi sorotan karena menandai pertama kalinya seorang wali kota New York memboikot parade tersebut sejak pertama kali digelar pada 1965.

Meski tanpa kehadiran wali kota, acara berlangsung meriah dan aman di tengah pengamanan ketat yang diterapkan aparat kepolisian. Parade yang secara resmi dikenal sebagai “Israel Day on Fifth” itu diikuti berbagai organisasi Yahudi dan kelompok pro-Israel dari New York serta wilayah sekitarnya.

Sejumlah tokoh politik terkemuka hadir dalam acara tersebut, termasuk Gubernur New York Kathy Hochul, Senator Chuck Schumer, Jaksa Agung New York Letitia James, Pengawas Keuangan Negara Bagian Tom DiNapoli, Ketua Dewan Kota Julie Menin, serta Pengawas Keuangan Kota Mark Levine, dikutip dari laman Times of Israel, Selasa (2/6/2026).

“Hari ini kita berbaris sebagai bentuk perlawanan dan juga untuk membela nilai-nilai yang telah mendefinisikan Negara Bagian New York sejak awal berdirinya,” kata Hochul dalam sambutannya.

Dewan Hubungan Komunitas Yahudi New York (Jewish Community Relations Council/JCRC), penyelenggara acara, memperkirakan lebih dari 50.000 orang mengikuti parade. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan acara tahunan tersebut.

Besarnya partisipasi dan dukungan dari para pemimpin negara bagian maupun kota dinilai sebagai demonstrasi solidaritas komunitas Yahudi yang dalam beberapa tahun terakhir mengaku menghadapi peningkatan antisemitisme, kejahatan kebencian, ancaman terorisme, dan sentimen anti-Israel.

Parade tahun ini juga dihadiri Ketua Knesset Israel Amir Ohana yang memimpin delegasi anggota parlemen Israel. Dalam rombongan tersebut turut hadir Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich dan Menteri Warisan Budaya Amichay Eliyahu yang berasal dari partai sayap kanan Otzma Yehudit.

Kehadiran Smotrich dan Eliyahu sebelumnya tidak diumumkan kepada publik. JCRC menyatakan tidak mengetahui secara pasti siapa saja pejabat Israel yang akan hadir dalam acara tersebut, sementara Konsulat Israel di New York juga tidak mencantumkan kedua nama itu dalam daftar tamu yang diperkirakan hadir.

Parade tahun ini mengusung tema “Proud Americans, Proud Zionists” atau “Warga Amerika yang Bangga, Zionis yang Bangga”.

 

Makna Parade

PerbesarBendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)

Kepala UJA-Federation of New York, Eric Goldstein, mengatakan parade tersebut kini memiliki makna yang berbeda dibandingkan beberapa dekade lalu. Menurutnya, komunitas Yahudi menghadapi tantangan yang semakin besar di tengah meningkatnya antisemitisme.

“Kita semakin terisolasi dan menjadi sasaran karena menjadi Yahudi. Karena itu, kita harus tetap bangga, tampil di ruang publik, dan bersatu,” ujarnya.

Senada dengan itu, Julie Menin mengatakan penting bagi komunitas Yahudi untuk menunjukkan solidaritas dan merayakan identitas mereka di tengah meningkatnya sentimen antisemitisme.

“Sebagai rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di luar Israel, New York mengirimkan pesan yang kuat hari ini: kita memilih sukacita daripada kebencian, persatuan daripada perpecahan, dan kebanggaan daripada ketakutan,” kata Menin.

Parade tersebut diikuti beragam kelompok, mulai dari organisasi besar seperti UJA-Federation of New York dan Anti-Defamation League, komunitas Yahudi berbahasa Rusia, hingga kelompok hobi seperti klub sepeda motor, komunitas sepatu roda, dan marching band dengan kostum warna-warni.



error: Content is protected !!