beritalokal.my.id, Moskow – Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah Ukraina pada dini hari Selasa (2/6/2026) yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai puluhan lainnya.
Empat korban tewas dilaporkan berada di Kota Dnipro, sementara 16 orang lainnya mengalami luka-luka. Di ibu kota Kyiv, satu orang dilaporkan tewas dan sedikitnya 20 orang terluka akibat serangan yang melibatkan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Serangan tersebut memicu kepanikan di Kyiv. Ribuan warga dilaporkan berlindung di tempat-tempat perlindungan saat kepulan asap tebal terlihat membumbung dari sejumlah titik di pusat kota. Otoritas Ukraina juga mengeluarkan peringatan serangan udara di sebagian besar wilayah negara itu.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko meminta warga tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman. Sementara itu, Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan Rusia menyerang ibu kota Ukraina menggunakan rudal balistik, dikutip dari laman BBC, Selasa (2/6).
Klitschko mengungkapkan dua gedung apartemen bertingkat tinggi terkena dampak serangan. Tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi korban karena dikhawatirkan masih ada warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Sepanjang malam hingga dini hari, suara dengungan drone dan rentetan ledakan keras terdengar di berbagai wilayah Kyiv. Serangan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik dan kebakaran di sejumlah lokasi. Hingga kini, skala kerusakan secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
Selain Kyiv dan Dnipro, sebuah fasilitas industri di Kota Zaporizhzhia juga dilaporkan menjadi sasaran serangan Rusia.
Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan kemungkinan adanya serangan besar-besaran dari Rusia. Dalam pidato video yang disampaikan pada Senin malam, Zelenskyy meminta warga untuk memperhatikan setiap peringatan serangan udara yang dikeluarkan otoritas.
“Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia masih berlaku. Serangan besar-besaran mungkin terjadi, mereka telah mempersiapkannya,” kata Zelenskyy.
Pekan lalu, Rusia menyatakan akan menargetkan pusat-pusat militer dan pengambilan keputusan di Kyiv. Moskow juga meminta warga negara asing untuk meninggalkan ibu kota Ukraina.
Pemerintah Rusia menyebut akan melakukan “serangan sistematis” sebagai respons atas serangan drone pada akhir Mei terhadap sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. Moskow mengklaim serangan tersebut menewaskan 21 orang.
Di sisi lain, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengonfirmasi telah melancarkan serangan di dekat Starobilsk pada malam 21-22 Mei. Namun, Kyiv menegaskan target operasi tersebut adalah unit militer Rusia, bukan fasilitas sipil.
