beritalokal.my.id, Jakarta – Menjelang gelaran akbar Worldwide Developers Conference (WWDC) pada awal Juni 2026, peta persaingan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diprediksi bakal makin panas. Bloomberg baru saja merilis bocoran visual yang mengungkap perombakan besar-besaran asisten virtual Apple, Siri, di iPhone masa depan.
Tidak tanggung-tanggung, sebagaimana dikutip dari Techcrunch, Selasa (2/6/2026), Siri disebut bakal bertransformasi penuh demi menantang dominasi ChatGPT.
Berdasarkan informasi dari orang dalam, Apple tidak hanya menyegarkan visual, melainkan merombak total cara pengguna berinteraksi dengan AI di dalam sistem operasi iOS 27.
Meski pengguna masih bisa mengaktifkan Siri lewat tombol fisik, animasi dan respons asisten virtual ini nantinya akan muncul langsung dari Dynamic Island–area berbentuk kapsul hitam di bagian atas layar iPhone. Mode ini didesain khusus untuk perintah suara atau pencarian kilat yang membutuhkan respons cepat.
Namun, lompatan paling menarik ada pada integrasi Spotlight Search. Apple memanfaatkan muscle memory pengguna yang terbiasa menggeser layar ke bawah (swipe down) untuk mencari sesuatu.
Melalui gerakan ini, pengguna akan langsung terhubung dengan Siri versi baru yang ditenagai model AI yang telah dibangun ulang.
Adopsi Teknologi Gemini
Menariknya, sistem ini dilaporkan mengadopsi teknologi Gemini AI milik Google di balik layarnya demi mendongkrak kecerdasan visual dan teks.
Lewat integrasi baru ini, pengguna iPhone bisa melakukan sejumlah hal berikut:
- Membuka aplikasi dan mengirim pesan secara instan.
- Memeriksa perkiraan cuaca dan menjadwalkan kalender.
- Menelusuri catatan (notes) hingga mengaktifkan pintasan (shortcuts).
Seluruh hasil pencarian tersebut akan disajikan dalam format teks yang rapi dengan antarmuka bergaya kartu (card-style) yang meluncur mulus dari Dynamic Island.
Strategi "Numpang" Google demi Privasi
Langkah Apple menggandeng Google mengingatkan kita pada kesepakatan bernilai miliaran dolar yang menjadikan Google sebagai mesin pencari bawaan di iPhone selama bertahun-tahun.
Bagi Apple, membangun teknologi AI dari nol dalam waktu singkat dinilai terlalu mahal dan rumit.
Sembari bermitra untuk memenuhi kebutuhan pasar saat ini, Apple diam-diam tetap mengembangkan model AI mandiri yang berjalan secara lokal di perangkat (on-device AI), bukan di komputasi awan (cloud).
Strategi cerdas ini memungkinkan Apple tetap mempertahankan reputasinya sebagai produser ponsel yang super aman dan menjaga privasi pengguna.
Ancaman Nyata ChatGPT
Bloomberg juga menegaskan keberadaan aplikasi Siri mandiri yang dirancang untuk berkompetisi langsung dengan ChatGPT, Claude, dan Gemini. Di aplikasi baru ini, pengguna bisa melihat riwayat obrolan serta mengunggah dokumen dan foto untuk dianalisis oleh AI.
Di atas kertas, Apple memegang kartu as terbesar dalam perang AI ini, yaitu jumlah pengguna.
Saat ChatGPT bangga dengan 900 juta pengguna aktif mingguan mereka, Apple berdiri tegak dengan ekosistem perangkat aktif mencapai 2,5 miliar unit di seluruh dunia.
Angka fantastis ini memberi Apple untuk tak tertandingi dalam memperkenalkan teknologi AI langsung ke miliaran orang yang bahkan belum pernah menyentuh aplikasi AI pihak ketiga.
WWDC tahun ini dipastikan akan menjadi panggung pembuktian apakah sang raksasa Cupertino mampu merebut takhta raja AI.
