beritalokal.my.id, London – Penobatan Ratu Elizabeth II pada 2 Juni 1953 menjadi salah satu peristiwa paling bersejarah abad ke-20 dan menandai dimulainya era baru bagi Inggris yang masih berupaya bangkit dari dampak Perang Dunia II.
Upacara megah yang berlangsung di Westminster Abbey, London, itu tidak hanya menarik perhatian masyarakat Inggris, tetapi juga disaksikan jutaan orang di berbagai negara melalui siaran televisi yang saat itu masih tergolong teknologi baru.
Dikutip dari HistoryExtra, Selasa (2/6/2026) penobatan tersebut berlangsung di tengah suasana pascaperang yang masih penuh tantangan. Namun, peristiwa itu memberikan semangat baru bagi banyak warga Inggris dan menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih baik.
Hari penobatan Elizabeth II juga bertepatan dengan kabar bersejarah dari Himalaya. Pada hari yang sama, dunia mengetahui keberhasilan pendaki asal Selandia Baru, Edmund Hillary, dan pemandu Sherpa Nepal, Tenzing Norgay, yang menjadi manusia pertama yang mencapai puncak Mount Everest.
Media Inggris saat itu menyebut pencapaian tersebut sebagai “hadiah penobatan” bagi sang ratu baru.
Persiapan upacara telah dilakukan selama berbulan-bulan. Gaun penobatan Elizabeth II dirancang oleh desainer kerajaan, Norman Hartnell, dengan hiasan simbol-simbol negara anggota Persemakmuran yang melambangkan persatuan kerajaan.
Berbagai latihan juga dilakukan di Istana Buckingham guna memastikan seluruh prosesi berlangsung tanpa hambatan.
Meski cuaca London saat itu diguyur hujan dan angin kencang, antusiasme masyarakat tidak surut. Sekitar setengah juta orang dilaporkan berkemah semalaman di sepanjang rute iring-iringan kerajaan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan prosesi.
Sementara itu, jutaan orang memadati jalan-jalan ibu kota Inggris, menjadikan acara tersebut salah satu perayaan publik terbesar dalam sejarah negara itu.
Lebih dari 20 juta warga Inggris menyaksikan penobatan melalui televisi, menjadikannya salah satu siaran langsung terbesar pada masanya dan membantu mempercepat popularitas televisi di Inggris.
Dalam upacara yang berlangsung khidmat di Westminster Abbey, Elizabeth II mengucapkan sumpah kerajaan sebelum dimahkotai oleh Uskup Agung Canterbury menggunakan Mahkota St. Edward, simbol utama penobatan monarki Inggris.
Setelah prosesi selesai, sang ratu menyampaikan pesan kepada rakyat dan menegaskan komitmennya untuk mengabdikan hidupnya bagi pelayanan kepada bangsa dan Persemakmuran.
Elizabeth II kemudian menjadi salah satu penguasa dengan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah dunia sebelum wafat pada 2022 setelah memimpin Kerajaan Inggris selama 70 tahun.
