BeritaLokal, Jakarta – Beritalokal.my.id, Jakarta, IHSG berpotensi melemah jelang libur Idul Adha 2026, menunjukkan tren koreksi yang terus berlanjut meski sebagian besar saham masih menguat. Dalam analisis teknikal, level support 5.899 menjadi area penting untuk diuji, sementara resistensi pada 6.318 dan 6.459 menetapkan batas pergerakan. Rekomendasi saham yang diberikan oleh Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mencakup empat saham kunci: BBTN, BREN, BRPT, dan EMAS.
Selain itu, IHSG mengalami penurunan 1,23% ke posisi 6.130,19 pada perdagangan Selasa (26/5/2026), dengan indeks LQ45 turun 1,71%. Posisi saham tergantung pada dinamika sektor yang paling terpengaruh, seperti industri dan energi. Dalam analisis teknikal, BBTN dianggap berada di awal wave C dari wave (3), dengan target harga 1.420-1.510 dan stoploss di bawah 1.275. Sementara BREN sedang dalam wave (5) dari wave [C], mengarah ke target 3.120-3.880.
Saham BRPT diperkirakan berada pada wave (v) dari wave [c] dari wave B, dengan target harga 1.815-2.100 dan stoploss di bawah 1.310. EMAS mengalami kenaikan 2,36% ke 7.600, diharapkan berada pada wave (4) dari wave [C] atau wave (B) dari label merah, dengan target 7.975-8.225 dan stoploss di bawah 7.125.
Dalam kaitannya dengan tren koreksi IHSG yang terus berlanjut, Herditya menekankan pentingnya analisis sebelum membeli saham. “Setiap keputusan investasi bertanggung jawab sepenuhnya pada pembaca,” kata dia dalam disclaimer. Beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin terjadi dari keputusan investasi.
Pada pergerakan saham lain, PYFA turun 2,5% ke Rp 234, PGEO terpangkas 2,7% menjadi Rp 900, dan BEEF mengalami kenaikan 1,78% hingga Rp 166. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.789, menunjukkan dinamika pasar internasional yang memengaruhi indeks saham.
Tren koreksi IHSG ini mungkin terjadi karena pergeseran kekuatan sektor dan tekanan jual terhadap saham yang mengalami penurunan. Dengan demikian, rekomendasi teknikal di atas menjadi panduan bagi investor untuk memperhatikan level support dan resistensi saat mengambil langkah investasi.
Artikel Terkait
Gubernur BI Mundur Mendorong Kepercayaan Pasar
27 Juli 2026
ASML Tawarkan Bonus Karyawan 20.000 Euro
21 Juli 2026
Rating S&P Menyok IHSG, Pasar Berputar ke 2% Kenaikan
16 Juli 2026
IPO RANS: Bukti Industri Kreatif Indonesia
15 Juli 2026
Saham Circle Melonjak Usai Mendapat Izin Bank
12 Juli 2026
Crypto: Strategi Opsi untuk Mengurangi Risiko Investasi
2 Juli 2026
American Bitcoin Lakukan Pemecahan Saham 1:15 untuk Memenuhi Persyaratan Nasdaq
2 Juli 2026
Danantara: Penguatan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor
14 Juni 2026
Memuat komentar...