BeritaLokal, Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) melalui pemegang sahamnya, Invesco Funds, mengumumkan pelepasan 4.373.600 saham SMGR pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari strategi investasi. Transaksi ini menciptakan nilai transaksi sebesar Rp 7,75 miliar, menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pemegang saham Invesco Funds memperoleh posisi kepemilikan 6,95% setelah penjualan saham sebelumnya yang mencapai 7,02%. Beberapa data terkait harga saham SMGR juga diperbarui. Pada akhir perdagangan Selasa (26 Mei 2026), harga saham SMGR naik 0,85% menjadi Rp 1.775 per saham, meski di buka stagnan di level Rp 1.760. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.483 kali dengan volume perdagangan 75.973 saham, nilai transaksi Rp 13,5 miliar. Harga saham sempat mencapai level tertinggi Rp 1.800 dan terendah Rp 1.760.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 1,23% ke posisi 6.130,19. Indeks saham LQ45 mengalami penurunan sebesar 1,71%, dengan sebagian besar indeks saham acuan terpangkas. Pada perdagangan Selasa, IHSG mencapai level tertinggi 6.286,87 dan terendah 6.124,79. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.964.477 kali dengan volume perdagangan 24,9 miliar saham, nilai transaksi harian sebesar Rp 18,1 triliun.
Perusahaan menegaskan bahwa pelepasan saham ini bertujuan untuk memperkuat posisi investasi dan mengoptimalkan keuntungan dari kepemilikan saham. Dalam konteks pasar global, SMGR terus berupaya memperluas jangkauan ekspor dengan menempuh langkah strategis seperti ekspor semen ke Reunion Island, Prancis.
Perusahaan mengirim 11.275 metrik ton (MT) semen melalui Pelabuhan Teluk Bayur PT Semen Padang pada hari ini, menjadi tahap pertama dari total 31.500 MT yang akan diekspor ke Reunion Island selama periode Mei-Juli 2026. Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan bahwa ekspor ini menunjukkan komitmen SIG untuk memperkuat posisi global dan menciptakan nilai tambah jangka panjang. Produk semen CEM I 52.5 N yang diekspor mendapatkan CE Marking dari Uni Eropa, memastikan kualitas produk ramah lingkungan.
SIG juga terus memperluas pasar global dengan mengandalkan strategi transformasi berkelanjutan. Dalam realisasinya, perusahaan menjalin kerja sama dengan mitra strategis untuk menyediakan solusi berkelanjutan, terutama dalam produksi produk dengan emisi karbon rendah seperti semen. Ekspor ini menjadi bagian dari upaya SIG untuk meningkatkan utilisasi sumber daya dan memperkuat pangsa pasar internasional.
Selain itu, sektor saham industri mengalami penurunan terbesar 3,38%, sedangkan sektor saham teknologi naik 0,08%. Sementara sektor saham infrastruktur dan transportasi menguat dengan kenaikan masing-masing 0,18% dan 0,06%. Peningkatan harga saham SMGR mencerminkan permintaan pasar yang berperilaku stabil, meski terdapat perbedaan antara harga pembuka dan penutup.
Dengan strategi ekspansi di Eropa dan fokus pada kualitas produk ramah lingkungan, SIG menghadirkan solusi investasi yang andal untuk pelaku pasar global. Peningkatan kapasitas ekspor ini juga menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konstruksi di wilayah Prancis, sebagai bagian dari program pembangunan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Panduan Life Jobs Ragnarok Investasi Jangka Panjang
28 Juli 2026
95% Barang Pakai Kapal Asing, Kapal Berbendera Indonesia Fokus
27 Juli 2026
Perceraian SK Group Bawa Aset Dijual Rp11 Triliun
27 Juli 2026
Real Madrid Angkat Triliun Rupiah, Gugat Dominasi Barcelona
26 Juli 2026
North Hub Rp211,48 Triliun Memulai Konstruksi FPSO
25 Juli 2026
Harga Emas Antam Kembali Bangkit, Lihat Nilainya Sekarang
25 Juli 2026
Harga Emas Turun pada 24 Juli 2026, Peluang Beli Jelas
24 Juli 2026
Pusat Keuangan Internasional Terbuka dari Gedung Danareksa di Jakarta
24 Juli 2026
Memuat komentar...