SpaceX Dikabarkan Pangkas Valuasi IPO jadi Rp 32.079 Triliun

beritalokal.my.id, Jakarta – SpaceX dikabarkan menargetkan valuasi US$ 1,8 triliun atau Rp 32.079 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820)penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Hal ini seiring perusahaan roket dan kecerdasan buatan milik Elon Musk mendekati debutnya.

Demikian disampaikan sumber yang mengetahui hal itu. Berdasarkan laporan Bloomberg pada April, SpaceX menargetkan valuasi di atas US$ 2 triliun atau Rp 35.644 triliun. Target itu kini diturunkan setelah konsultasi dengan konsultan dan investor. Demikian mengutip Yahoo Finance, Jumat, (29/5/2026).

Detail IPO seperti ukuran dan valuasi biasanya disesuaikan sebelum penetapan harga berdasarkan umpan balik dari para pemangku kepentingan, kata sumber tersebut. SpaceX berupaya mengumpulkan dana hingga US$ 75 miliar atau Rp 1.336 triliun, kata sumber yang mengetahui masalah ini. Adapun dengan target dana IPO itu akan menjadikannya IPO terbesar sepanjang masa.

Presentasi SpaceX kepada investor dalam pengajuan IPO pada 20 Mei menunjukkan evolusi perusahaan, dari fokus pada pembuatan roket yang dapat digunakan kembali dan bisnis yang menguntungkan dalam penyediaan internet satelit, menjadi raksasa layanan dan infrastruktur AI yang bermimpi tentang pusat data orbital dan menaklukkan pasar potensial total sebesar US$ 28,5 triliun atau Rp 507.927 triliun.

SpaceX diperkirakan memulai pemasaran resmi IPO-nya paling cepat pada 4 Juni dan menetapkan harga paling cepat pada 11 Juni, menurut laporan Bloomberg News. Jadwal perdagangan bisa tertunda beberapa hari, kata sumber tersebut.

Pembahasan masih berlangsung dan perusahaan dapat memutuskan untuk meningkatkan target valuasi tergantung pada umpan balik investor selama pemasaran, kata sumber tersebut. Juru bicara SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar.

 

Kinerja SpaceX

PerbesarRoket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida’s Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). SpaceX meluncurkan satelit Starlink ke orbit setelah batal melakukannya pada minggu lalu lantaran gangguan angin kencang. (AP Foto John Raoux)

SpaceX memiliki pendapatan sebesar US$ 18,7 miliar atau Rp 333,27 triliun pada 2025, naik dari US$ 14 miliar atau Rp  249,5 triliun pada sebelumnya. Selama periode tersebut, perusahaan mengalami perubahan dari laba US$ 791 juta atau Rp 14,09 triliun pada 2024 menjadi kerugian US$ 4,94 miliar atau Rp 88,04 triliun tahun lalu, menurut pengajuan tersebut.

Perusahaan mengumumkan pada Februari telah mengakuisisi xAI milik Musk, yang menaungi chatbot Grok dan platform media sosial X. Kesepakatan tersebut memberi SpaceX valuasi US$ 1 triliun atau Rp 17.822 triliun pada saat itu, dan xAI nilai US$ 250 miliar atau Rp 4.455 triliun, menurut laporan Bloomberg News.

Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, Bank of America Corp., Citigroup Inc., dan JPMorgan Chase & Co. memimpin IPO ini bersama dengan 18 bank lainnya. Perusahaan yang secara resmi dikenal sebagai Space Exploration Technologies Corp. ini diharapkan akan melakukan debut di Nasdaq dan Nasdaq Texas dengan simbol SPCX.



error: Content is protected !!