beritalokal.my.id, Jakarta – Jaringan blockchain Sui Network kembali beroperasi normal setelah mengalami gangguan selama hampir enam jam pada Kamis waktu setempat. Perusahaan mengungkapkan bahwa masalah tersebut dipicu oleh bug yang muncul setelah pembaruan sistem terbaru.
Melalui unggahan di media sosial X, tim Sui menyatakan aktivitas pada mainnet telah kembali berjalan setelah sebelumnya terhenti akibat gangguan pada logika pengenaan biaya transaksi (gas charging logic) yang diperkenalkan dalam pembaruan versi 1.72.
“Mainnet telah kembali beroperasi setelah penghentian yang disebabkan oleh crash bug pada logika pengenaan biaya transaksi yang diperkenalkan dalam rilis 1.72. Tinjauan lengkap mengenai insiden ini akan kami bagikan dalam beberapa hari ke depan,” tulis tim Sui dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (29/5/2026).
Sebelumnya, Sui mengumumkan bahwa blockchain mereka sedang mengalami hambatan jaringan (network stall), sehingga transaksi untuk sementara tidak dapat diproses hingga perbaikan diterapkan.
Berdasarkan indikator status jaringan, gangguan tersebut berlangsung selama 5 jam 55 menit. Meski layanan telah kembali aktif, validator pada mainnet Sui masih tercatat mengalami penurunan performa atau degraded performance.
Insiden terbaru ini menjadi gangguan kedua yang dialami blockchain Sui sepanjang 2026.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Gangguan Kedua Sui Sepanjang 2026
PerbesarAset Kripto SUI. (Ilustrasi by AI)
Sebelum kejadian terbaru ini, jaringan Sui juga sempat mengalami gangguan serupa pada Januari 2026 yang membuat blockchain tersebut tidak dapat beroperasi selama lebih dari enam jam.
Tak hanya itu, pada November 2024, seluruh validator Sui juga pernah terjebak dalam crash loop selama sekitar dua setengah jam. Akibatnya, transaksi pengguna tidak dapat diproses untuk sementara waktu.
Meski beberapa kali mengalami gangguan, Sui masih menjadi salah satu blockchain terbesar di industri aset kripto. Berdasarkan data platform analitik DeFiLlama, Sui saat ini menempati posisi ke-13 blockchain terbesar berdasarkan total value locked (TVL) dengan nilai mencapai USD 542 juta.
Ekosistem Sui juga terus berkembang dengan menampung sekitar 137 protokol yang berjalan di atas jaringannya.
Sui sendiri meluncurkan mainnet pada Mei 2023 dengan fokus menghadirkan blockchain yang dapat diskalakan dan mampu memproses transaksi berkecepatan tinggi, termasuk untuk kebutuhan institusi keuangan.
Harga Token SUI Sempat Turun 6,6%
Gangguan yang terjadi di jaringan Sui turut memengaruhi pergerakan harga aset kripto native mereka, yakni token SUI.
Berdasarkan data CoinGecko, harga SUI sempat turun sekitar 6,6 persen hingga menyentuh level terendah USD 0,90 selama periode gangguan berlangsung. Namun, setelah jaringan kembali beroperasi, harga token mulai pulih dan diperdagangkan di kisaran USD 0,93 pada Jumat pagi.
Padahal, sebelumnya performa SUI sempat menunjukkan tren positif. Awal bulan ini, harga token tersebut melonjak sekitar 50 persen hingga mencapai USD 1,41. Kenaikan itu didorong sejumlah sentimen positif, termasuk adanya perusahaan yang tercatat di Nasdaq yang melakukan staking dalam jumlah besar serta pengumuman sejumlah fitur baru.
Salah satu pendiri Mysten Labs, pengembang jaringan Sui, yaitu Adeniyi Abiodun, juga mengungkapkan dalam ajang Consensus 2026 bahwa fitur transfer stablecoin tanpa biaya (zero-fee stablecoin transfers) akan segera diluncurkan. Ia juga kembali menegaskan rencana hadirnya fitur transaksi privat di jaringan Sui.
Sementara itu, tidak semua gangguan di industri kripto tahun ini disebabkan masalah teknis. Pada April lalu, Drift Protocol mengalami peretasan yang memaksa platform menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan dana.
Protokol liquid restaking Kelp juga menjadi sasaran serangan siber pada bulan yang sama, sehingga harus menghentikan sementara smart contract untuk token restaking mereka, rsETH, selama proses investigasi berlangsung.