CEO Boeing: Pesanan 200 Pesawat dari China Baru Awal, Potensi Tembus 700 Unit

beritalokal.my.id, Jakarta – CEO Boeing, Kelly Ortberg, menyatakan komitmen pembelian 200 pesawat oleh China yang diumumkan saat kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanyalah tahap awal dari potensi kesepakatan yang jauh lebih besar.

Menurut Ortberg, komitmen tersebut akan difinalisasi menjadi pesanan resmi pada akhir tahun ini. Ia juga optimistis pasar China akan kembali menjadi sumber pertumbuhan penting bagi Boeing setelah bertahun-tahun terdampak ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Sebelumnya, sejumlah investor sempat kecewa dengan besaran kesepakatan yang diumumkan. Angka 200 pesawat dinilai jauh lebih kecil dibandingkan paket pembelian sekitar 500 pesawat yang disebut-sebut tengah dibahas menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China, Xi Jinping, awal bulan ini.

Namun Ortberg menegaskan kunjungannya ke China bersama Trump memberikan hasil yang sangat positif bagi Boeing.

“Ini adalah awal yang baik. Saya sangat yakin bahwa dengan tetap terbukanya pasar tersebut, 200 pesawat ini merupakan tahap awal dan akan ada lebih banyak lagi yang menyusul,” ujar Ortberg dalam sebuah konferensi bisnis di Amerika Serikat, dikutip dari TRT World, Jumat (29/5/2026).

Ia menambahkan bahwa kunjungan tersebut berhasil membuka kembali akses Boeing ke pasar pesawat berbadan sempit (narrowbody) di China untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

 

Kesepakatan Baru, Belum Termasuk Pesanan Lama

PerbesarBoeing 737 Next-Generation (Dok boeing.com)

Menurut sumber yang mengetahui proses tersebut, komitmen pembelian 200 pesawat merupakan kesepakatan yang benar-benar baru dan tidak mencakup pesanan yang sebelumnya belum diumumkan.

Meski demikian, jadwal pengiriman pesawat masih belum ditetapkan secara final.

Sumber tersebut mengungkapkan sebagian besar pesawat diperkirakan akan dialokasikan kepada tiga maskapai pelat merah terbesar China, yakni Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines.

Ortberg menjelaskan bahwa setelah pemerintah China menyetujui pembelian sejumlah pesawat berbadan sempit, alokasi pesawat akan dibagikan kepada masing-masing maskapai. Setelah itu, Boeing akan melakukan negosiasi kontrak secara terpisah dengan setiap maskapai.

“Komitmen awal 200 pesawat itu akan berubah menjadi pesanan resmi pada akhir tahun ini,” kata Ortberg.

Ia juga menepis ekspektasi bahwa kunjungannya ke China akan langsung menghasilkan ratusan pesanan baru sekaligus.

“Saya tidak pernah memiliki rencana pergi ke China dan kembali dengan membawa paket berisi 500 pesanan pesawat,” ujarnya.

Sementara itu, Trump sebelumnya mengatakan pembelian pesawat Boeing oleh China berpotensi meningkat hingga 750 unit.

 

Potensi Pesanan Tambahan

PerbesarBoeing 747 Jumbo Jet. (Foto: Boeing)

Sumber yang sama menyebut pemerintah China memang berencana membeli beberapa ratus pesawat Boeing tambahan. Namun, pengumumannya tidak akan dilakukan sekaligus dan kemungkinan dilakukan secara bertahap.

China disebut berpotensi menambah komitmen pembelian antara 300 hingga 500 pesawat lagi. Jika terealisasi, total pesanan dapat mencapai sekitar 700 pesawat.

Meski demikian, realisasi pembelian tambahan tersebut bergantung pada kemampuan Boeing memenuhi kewajibannya memasok suku cadang penting bagi armada yang saat ini sudah dioperasikan maskapai-maskapai China.

Dalam beberapa tahun terakhir, maskapai China dilaporkan menghadapi kesulitan memperoleh sejumlah komponen pesawat akibat ketegangan perdagangan antara AS dan China.

 

Belum Ada Rincian Pesawat yang Dibeli

Kementerian Perdagangan China pekan lalu telah mengonfirmasi adanya kesepakatan pembelian 200 pesawat Boeing. Namun, pemerintah belum merinci jenis pesawat yang akan dibeli.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa AS akan memberikan jaminan pasokan komponen dan suku cadang mesin pesawat. Menurut sumber tersebut, kepastian pasokan menjadi syarat utama sebelum China menyetujui pembelian pesawat Boeing dalam jumlah yang lebih besar.

Isu pasokan suku cadang menjadi sensitif setelah Trump pada tahun lalu sempat mengancam akan menerapkan pembatasan ekspor terhadap komponen pesawat Boeing sebagai respons atas kebijakan pembatasan ekspor mineral tanah jarang yang diberlakukan China.



error: Content is protected !!