BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan penelitian hukum yang mengklaim kepemilikan lebih dari 3,7 juta Bitcoin, termasuk aset yang diyakini milik Satoshi Nakamoto, mulai runtuh setelah bukti blockchain menunjukkan dompet aktif. Gugatan tersebut, yang diajukan oleh seorang individu anonim dan dua entitas di Wyoming, Amerika Serikat, semakin melemah setelah muncul data transaksi yang mengungkap aktivitas terus-menerus dari beberapa alamat Bitcoin yang disebut terbengkalai.
Selain itu, kepala riset Galaxy Alex Thorn menyatakan para penggugat anonim telah mencoret 44 dari 39.069 alamat dompet Bitcoin yang sebelumnya menjadi tergugat. Thorn mengklaim keputusan ini diambil setelah data transaksi di blockchain menunjukkan semua alamat tersebut masih melakukan aktivitas sejak gugatan diajukan. “Setiap satu dari alamat tersebut telah memindahkan Bitcoin melalui blockchain sejak gugatan diajukan,” kata Thorn, dikutip dari sumber terkait.
Gugatan ini berdasarkan aturan unik di New York mengenai kepemilikan barang hilang atau tidak bertuan. Para penggugat menyerankan bahwa dompet Bitcoin yang lama tidak aktif dapat dikategorikan sebagai aset yang ditinggalkan, sehingga bisa diklaim kepemilikannya. Namun, bukti dari blockchain justru membantah klaim tersebut. Sebanyak 44 alamat yang kini dicoret menyimpan sekitar 21.443 Bitcoin atau senilai US$ 1,37 miliar saat gugatan pertama kali didaftarkan.
Selain itu, alamat-alamat tersebut tercatat melakukan transaksi total sebanyak 46.334 Bitcoin melalui jaringan blockchain. Salah satu dompet terbesar dalam kelompok tersebut menyimpan sekitar 2.100 Bitcoin ketika gugatan diajukan, dengan aktivitas terus-menerus antara Maret hingga Juli. Analis menilai peluang gugatan ini sangat kecil karena bukti aktivitas transaksi yang jelas mengungkap bahwa “Noah Doe” tidak pernah menemukan aset tersebut.
Kontroversi lain muncul dari metode penilaian nilai aset yang digunakan penggugat. Tim hukum Noah Doe mengandalkan pendapat seorang ahli yang identitasnya tidak diungkap untuk menilai nilai setiap dompet Bitcoin. Dalam dokumen gugatan, setiap dompet disebut hanya memiliki nilai di bawah US$ 10 saat ini, berdasarkan asumsi bahwa peluang membobol kunci privat sangat rendah. Namun, para penggugat juga mengakui algoritma otomatis mereka tidak mampu memastikan apakah sebuah dompet benar-benar telah ditinggalkan pemiliknya.
Meski 39.025 alamat Bitcoin masih tercantum sebagai tergugat, termasuk ribuan alamat awal yang dikenal sebagai Patoshi dan diyakini menyimpan sekitar 1,1 juta Bitcoin milik Satoshi Nakamoto, analis menilai peluang gugatan ini untuk berlanjut sangat kecil. Dengan munculnya bukti aktivitas transaksi di blockchain, banyak pengamat menilai perkara ini praktis telah kehilangan dasar hukum dan kecil kemungkinan dapat berlanjut sesuai tuntutan awal para penggugat.
Artikel Terkait
Bitcoin Turun ke US$ 60k, Pasar Kripto Berpanik
9 Juli 2026
Pasar Kripto Mengalami Penurunan dengan Bitcoin Turun 2% dan Solana Anjlok 4,5%
9 Juli 2026
Harga Kripto Melemah di Jakarta: Bitcoin dan Ethereum Turun
8 Juli 2026
Trump Mencantumkan Alasan Dukung Kripto, Singgung Kompetisi dengan Tiongkok
8 Juli 2026
Hukum Berdampak pada Rencana Cadangan Bitcoin Trump
7 Juli 2026
Prediksi XRP Melonjak, Tekanan Pasar Berpotensi Mencapai Puncak
7 Juli 2026
Grayscale Jual Bitcoin, Harga Kripto Meningkat
7 Juli 2026
Harga Kripto Hari Ini: BTC & ETH Naik Tipis, ADA Koreksi
7 Juli 2026
Memuat komentar...