BeritaLokal, Rangkasbitung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat infrastruktur KRL Rangkasbitung dengan menambah kapasitas kereta dari 8-10 gerbong menjadi 12 gerbong. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan penumpang dan meningkatkan daya angkut di jalur yang terpadat. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa perubahan ini diperlukan karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, seperti kapasitas listrik dan sistem persinyalan.
Selain penambahan gerbong, KAI juga menargetkan pengurangan waktu tunggu antarkereta. Saat ini, waktunya berkisar 10-15 menit, tetapi diharapkan bisa dipangkas setelah perbaikan infrastruktur. Bobby mengatakan bahwa peningkatan kapasitas menjadi 12 gerbong akan memungkinkan lebih banyak pengguna terlayani. “Sekarang kereta hanya 8-10 rangkaian, nanti semua akan menjadi 12,” katanya.
KAI memastikan perbaikan sarana dan prasarana pendukung dapat selesai dalam enam hingga delapan bulan ke depan. Proses ini mencakup peningkatan kapasitas pasokan listrik dan perbaikan sistem persinyalan untuk mendukung operasi rangkaian yang lebih panjang. Kebutuhan ini terutama muncul karena tingginya kepadatan penumpang di jalur Rangkasbitung, yang menjadi salah satu jalur KRL tersibuk.
Peningkatan layanan ini juga dipandu oleh perhatian KAI terhadap kebutuhan pengguna, terutama pada jam sibuk. Bobby menekankan bahwa peningkatan kapasitas dan waktu tunggu tidak hanya mengurangi kepadatan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan penumpang. Dengan infrastruktur yang lebih baik, diharapkan lebih banyak pengguna dapat berpergian dengan lebih efisien.
KAI memastikan bahwa semua perubahan dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas layanan dan menghindari overloading sistem kereta api. Kebutuhan ini menjadi bagian dari strategi KAI dalam menangani kebutuhan transportasi umum yang terus meningkat.
Artikel Terkait
KAI Ungkap Penyebab KRL Rangkasbitung Selalu Penuh Sesak
3 Juni 2026
Properti Cikarang Makin Prospektif
9 Juli 2026
Pemerintah Targetkan Etanol dalam Bensin 2027 untuk Meningkatkan Ketahanan Energi
9 Juli 2026
Revisi Aturan Outsourcing Bakal Dilaporkan ke Prabowo Bulan Ini
9 Juli 2026
Prabowo Pilih B50 Biodiesel, Kemandirian Nasional Terjaga
9 Juli 2026
Rupiah tekanan tinggi, penyebabnya termasuk inflasi dan harga minyak dunia
9 Juli 2026
Paradigm Raih Dana Rp 21,6 Triliun untuk Teknologi Crypto & AI
9 Juli 2026
Perusahaan Tambang Komitmen Pakai B50, Pemerintah Tindak Lanjuti
9 Juli 2026
Memuat komentar...