Harga Emas Antam Turun Lagi, Cek Rinciannya!

BeritaLokal, Jakarta – Harga emas Antam hari ini kembali turun, mencapai level Rp 2.633.000 per gram, mempertahankan tren penurunan yang terjadi sejak dua hari lalu. Pemegang emas di pasar logam mulia kini menghadapi tekanan harga yang terus bergerak melemah, meski pihak Antam menunjukkan kebijakan terkait harga emas antam masih stabil.

Selain itu, harga emas dunia juga mengalami pergerakan yang memengaruhi harga logam mulia di pasar lokal. Menurut data dari situs resmi Logam Mulia, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,5% ke level US$ 4.095,30 per ounce, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan sementara dengan Iran yang diperkirakan telah berakhir. Pemicu penurunan harga emas dunia mencakup eskalasi ketegangan antara AS dan Iran, serta potensi kekhawatiran inflasi global.

Harga emas Antam tercatat turun sebesar Rp 8.000 per gram dari perdagangan kemarin, dengan harga beli kembali (buyback) mencapai Rp 2.383.000 per gram. Di sisi lain, pasar logam mulia menunjukkan ketidakstabilan harga yang berdampak pada keputusan pemilik emas untuk menjual kembali atau membeli kembali. Dalam dua hari terakhir, harga logam mulia Antam terkoreksi sebesar Rp 22.000 per gram, menunjukkan tren penurunan yang terus berlanjut.

Harga emas Antam dijual dalam berbagai pecahan, seperti 0,5 gram hingga 1.000 gram, dengan harga masing-masing mencakup Rp 1.366.500 hingga Rp 2.573.600 per gram. Pemegang emas di pasar lokal kini harus mempertimbangkan kebijakan Antam terkait harga emas antam, yang sejauh ini tetap stabil meskipun tren penurunan terus berlanjut.

Sementara itu, risalah The Fed (Federal Reserve) menunjukkan perbedaan pendapat dalam arah kebijakan suku bunga. Sebagian pejabat memperkirakan inflasi masih tinggi sehingga kenaikan suku bunga tetap menjadi opsi, sementara sebagian lainnya berharap inflasi akan melambat. Bank of America menurunkan proyeksi harga emas pada 2026 menjadi US$ 4.360 per ounce, meski memperkirakan harga emas masih berpeluang mencapai US$ 5.000 per ounce setelah siklus pengetatan kebijakan moneter berakhir.

Harga logam mulia terus mengalami dinamika yang kompleks, dengan tekanan dari pasar dunia dan kebijakan moneter AS menjadi faktor utama. Pemegang emas di pasar lokal kini harus memantau perkembangan harga emas antam secara real-time untuk menjaga kestabilan investasi mereka.

Artikel Terkait

0