BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pemulihan kepercayaan pasar terhadap struktur pembiayaan Grayscale setelah strategi yang menjual Bitcoin (BTC) mengubah dinamika ekonomi kripto. Perusahaan ini menilai langkah tersebut membantu harga BTC mencari titik terendah dengan stabilitas yang lebih baik, meski analisis JPMorgan dan pihak terkait menyampaikan pandangan berbeda.
Grayscale’s Head of Research, Zach Pandl, mengatakan pada Senin (6/7/2026) bahwa neraca strategi memiliki kekayaan sekitar US$ 52 miliar dan utang sebesar US$ 7 miliar. “Perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk menutupi kewajiban dividen tahunan sekitar US$ 2 miliar,” ujar Pandl dalam catatan terkini. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan menjual Bitcoin bukan hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga memperkuat struktur finansial perusahaan.
Pandl menekankan bahwa penjualan BTC sebesar US$ 216 juta (Rp 3,88 triliun) beberapa pekan lalu membantu mengurangi risiko jangka panjang. “Ini tidak hanya memperkuat neraca strategi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap model pembiayaannya,” katanya. Hal ini sejalan dengan klaim Grayscale bahwa penjualan BTC memberikan ruang bagi strategi untuk mendanai dividen saham preferen dan biaya bunga, serta membangun cadangan kas yang lebih stabil.
Sementara analis JPMorgan mengatakan bahwa kebijakan ini mungkin meningkatkan ketidakpastian pasar kripto. Mereka menyarankan strategi harus menambah ekuitas tambahan dan meningkatkan cadangan kas hingga 24-36 bulan untuk mengurangi risiko penjualan BTC di masa depan. Pandl, sebaliknya, menyatakan bahwa langkah ini justru memperkuat kepercayaan investor terhadap struktur pembiayaan Grayscale.
Pandl menegaskan bahwa penjualan BTC berada dalam kisaran yang masuk akal dan tidak mengancam stabilitas pasar. “Bitcoin sekarang lebih stabil karena strategi memiliki cadangan kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban dividen selama 17 bulan,” kata dia. Namun, JPMorgan menilai kebijakan ini bisa membawa risiko dua arah yang mengurangi ketertarikan investor pada instrumen kripto.
Pada akhirnya, Grayscale dan pihak terkait mempertahankan pendirian bahwa penjualan BTC adalah langkah strategis untuk mendukung stabilitas pasar. Meski ada perbedaan perspektif, keduanya sepakat bahwa keputusan ini berdampak positif pada ekonomi kripto secara jangka panjang.
Artikel Terkait
Klaim Bitcoin Satoshi Nakamoto Merosot Akibat Aktivitas Aset Terbengkalai
9 Juli 2026
Bitcoin Turun ke US$ 60k, Pasar Kripto Berpanik
9 Juli 2026
Harga Kripto Melemah di Jakarta: Bitcoin dan Ethereum Turun
8 Juli 2026
Hukum Berdampak pada Rencana Cadangan Bitcoin Trump
7 Juli 2026
Harga Kripto Hari Ini: BTC & ETH Naik Tipis, ADA Koreksi
7 Juli 2026
Bitcoin Butuh Suntikan Rp 17.991 Triliun untuk Reli
6 Juli 2026
Harga Kripto Melesat di Jakarta: Bitcoin dan Ethereum Naik
6 Juli 2026
Bitcoin: Aset Global untuk Kemandirian Keuangan
6 Juli 2026
Memuat komentar...