Laba Bersih PTPN III Meningkat 81%, Sawit Jadi Penopang Utama

BeritaLokal, Jakarta – PTPN III sukses mencatat laba bersih Rp 6,4 triliun pada 2025, melonjak 81% dari tahun sebelumnya. Kinerja perusahaan yang membaik terutama disebabkan oleh peningkatan harga komoditas utama seperti minyak sawit mentah (CPO) dan palm kernel oil (PKO). Dengan kinerja keuangan kuat, PTPN III tetap berkomitmen meningkatkan pasokan Gula Kristal Putih (GKP) dalam negeri.

Selain itu, sawit menjadi penopang utama bisnis perusahaan dengan kontribusi sekitar 75% terhadap total penjualan. Produksi CPO naik 4,43% menjadi 4,8 ton per hektar, sementara TBS mencapai 12,3 juta ton atau bertambah 3,9%. Gula juga mengalami pertumbuhan sebesar 3,7%, mencapai 882 ribu ton.

Sementara itu, tantangan terbesar masih ada pada komoditas karet dan teh. Produksi karet hanya mencapai 98,2% dari target 2024, sementara produksi teh kering berada di level 92%. Namun, kopi tetap melampaui target dengan peningkatan produktivitas dan total produksi.

PTPN III memperkuat investasi dengan realisasi belanja modal sebesar Rp 4,1 triliun atau 72% dari tahun sebelumnya. Direktur Utama PTPN III, Iswahyudi, menekankan bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh harga komoditas yang melampaui asumsi RKAP. Harga CPO mencapai Rp 14.222 per kilogram pada 2025, naik 21% dibandingkan asumsi sebelumnya. PKO juga tercatat Rp 25.071 per kilogram, melampaui target RKAP.

Dalam rapat bersama DPR RI, Iswahyudi menegaskan posisi keuangan PTPN III semakin kuat dengan total aset Rp 158 triliun, liabilitas Rp 77,4 triliun, dan ekuitas Rp 80,8 triliun. Perusahaan juga terus memperkuat kapasitas produksi untuk menjamin stabilitas pasokan gula dalam negeri.

Sawit tetap menjadi fondasi bisnis PTPN III, meski tantangan terhadap karet dan teh masih ada. Perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional agar bisa mengatasi hambatan tersebut.

Artikel Terkait

0