Yayan Ruhian Masih Perkasa Jelang Usia 58, Joe Taslim: Sutradara The Furious Sampai Kaget

[BeritaLokal], Jakarta – Dua nama paling ikonik dalam dunia perfilman Indonesia-Yayan Ruhian dan Joe Taslim-kembali mengadu tangan di layar lebar dalam film anyar The Furious, yang dirilis pada 17 Juni 2026. Momen ini bukan sekadar pertarungan fisik di antara dua tokoh yang telah menjadi simbol kekuatan dan ketahanan di industri perfilman, tetapi juga pertemuan antara generasi: Yayan, yang akan memasuki usia 58 tahun pada Oktober 2026, melawan Joe, yang masih muda dan penuh semangat.

Joe Taslim, yang tampil sebagai karakter “Jaka” dalam The Raid (2011) dan kini menjadi lawan main Yayan di The Furious, mengungkapkan bahwa pertarungan yang mereka jalani di balik layar bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi tentang ketahanan mental dan konsistensi. “Aku bingung, 15 tahun yang lalu berantem sama Kang Yayan terus berantem di The Furious, sama aja,” ujarnya dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jumat (5/6/2026). Ia menambahkan bahwa kekuatan Yayan-bukan hanya fisik, tetapi juga mental-menjadi inspirasi bagi seluruh tim.

Menurut Joe, sutradara film ini, Kenji Tanigaki, juga terkesan dengan performa Yayan. “Kenji pun kaget karena di final fight itu semua orang udah mulai lah ngerasain pegel, bengkak-bengkak, ada yang ketarik sini, ketarik sana, Kang Yayan duduk cengar-cengir aja tuh,” kata Joe sambil menyeringi. “Kenji bilang, ‘Ini orang Indonesia gila-gila, ya. Ini kuat-kuat banget, ini lihat si Joe Kang Yayan cengar-cengir aja duduk. Yang lainnya mulai gosok-gosok, dipijet-pijet. Dan Kenji pun mengakui Kang Yayan-senior saya-dia santai aja, kerja sekeras itu dia duduk santai, kayak enggak terjadi apa-apa.”

Di sisi lain, Yayan Ruhian mengaku bahwa ia pernah merasa ragu saat terlibat dalam proyek ini. “Sebetulnya terbersit juga rasa ragu, masih mampu enggak ya, menghadapi Jaka. Karena ya, sudah 16 tahun lalu kan,” katanya, menyebut nama karakter Joe Taslim di The Raid. Namun, ia memilih untuk mengubah rasa ragu tersebut menjadi motivasi. “Dan itu saya coba menjadi motivasi. Oke, usia saya angkanya lebih tinggi. Tapi mudah-mudahan saya tidak kalah secara fisik, sama siapa pun. Dan itu saya harus pertanggungjawabkan niat itu, keinginan itu,” ujarnya.

Motivasi ini, ia wujudkan dengan latihan yang lebih keras dari juniornya. Dengan menghadapi lawan yang lebih muda dan lebih berenergi, Yayan memilih untuk menguji batas-batas dirinya sendiri. Ia tidak hanya mempertahankan performanya, tetapi juga membangun kekuatan baru yang bisa dikatakan sebagai “pembuktian usia”-bukan sebagai penghambat, tetapi sebagai pengalaman yang dijadikan senjata.

Dua tahun sejak The Raid, Yayan dan Joe kembali menjadi simbol pertarungan di dunia perfilman Indonesia. Mereka bukan hanya aktor, tetapi juga manusia yang terus berjuang untuk tetap relevan, tetap berani, dan tetap mengingat bahwa pertarungan bukan hanya di atas layar, tetapi juga di dalam hati dan tubuh. The Furious bukan hanya film aksi, tetapi juga kisah tentang ketahanan, keberanian, dan keinginan untuk tetap berdiri di tengah tantangan-meskipun usia telah memasuki angka 50-an, bahkan 60-an.

Film ini, yang diproduksi oleh Edko Films dan Lionsgate Films, akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah perfilman Indonesia, karena menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu diukur dengan usia, tetapi dengan ketahanan, semangat, dan tekad.

Artikel Terkait

0