beritalokal.my.id, Jakarta – Investor ritel diminta mencermati potensi peningkatan volatilitas pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) setelah keempat emiten tersebut dikeluarkan dari indeks FTSE Global Equity Index Series dalam peninjauan Juni 2026.
Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama, menilai perubahan komposisi indeks global tersebut dinilai berpotensi memicu pergerakan harga yang lebih fluktuatif dalam jangka pendek, terutama akibat aksi penyesuaian portofolio atau rebalancing yang dilakukan investor institusi dan dana pasif yang menjadikan FTSE sebagai acuan investasi.
“Bagi investor ritel, dampaknya lebih banyak tercermin melalui peningkatan volatility dan tekanan harga akibat rebalancing portofolio,” kata Elandry kepada beritalokal.my.id, Rabu (3/6/2026).Ia menjelaskan, keluarnya suatu saham dari indeks FTSE umumnya akan memicu aksi jual dari sejumlah investor institusi global yang mengikuti komposisi indeks tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menciptakan tekanan terhadap harga saham dalam jangka pendek, terutama menjelang tanggal efektif perubahan indeks ketika proses rebalancing mulai dilakukan.
“Namun, perlu dicatat bahwa perubahan komposisi indeks tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental perusahaan. Setelah fase penyesuaian selesai, pasar biasanya kembali menilai saham berdasarkan kinerja dan prospek bisnis masing-masing emiten,” jelasnya.
Investor Jangan Terjebak Sentimen Jangka Pendek
PerbesarSeorang juru kamera merekam layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Meski berpotensi mengalami tekanan harga, Elandry mengingatkan bahwa penghapusan saham dari indeks FTSE tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental perusahaan.
Menurut dia, perubahan komposisi indeks sering kali dipengaruhi berbagai faktor teknis seperti kapitalisasi pasar, tingkat likuiditas, maupun metodologi indeks yang diperbarui secara berkala.
Oleh sebab itu, investor tidak seharusnya mengambil keputusan investasi hanya berdasarkan status keanggotaan suatu saham dalam indeks global.
“Dampaknya kemungkinan hanya bersifat sementara dan terkonsentrasi pada saham-saham yang dikeluarkan, yaitu GoTo Gojek Tokopedia, Trimegah Bangun Persada, BUMA Internasional Grup, dan Nusantara Sejahtera Raya,” pungkasnya.
