BeritaLokal, Teheran – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan rudal dan drone pada Selasa (2/6/2026), memperbesar risiko gagalnya upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata baru di Timur Tengah. Serangan yang terjadi di Selat Hormuz dan kawasan Bahrain menunjukkan sikap ketidaktauban kedua pihak, meski keduanya masih berupaya mempercepat proses negosiasi.
Militer AS mengklaim telah menembakkan rudal Hellfire untuk melumpuhkan kapal tanker M/T Lexie yang berusaha melewati blokade maritim di Selat Hormuz. Kepala Departemen Pertahanan AS, Jhon Kelly, mengatakan bahwa awak kapal tersebut “mengabaikan peringatan selama 24 jam” sebelum rudal ditembakkan. Sementara itu, Iran menyatakan telah menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan rudal dan drone sebagai respons atas serangan terhadap Pulau Qeshm. Namun klaim tersebut dibantah oleh CENTCOM, komando militer AS yang mengklaim berhasil mencegat tiga rudal Iran yang menargetkan kawasan Bahrain.
Situasi di Selat Hormuz memperlihatkan eskalasi terbaru. Menurut sumber CENTCOM, dua rudal Iran yang berupaya mencapai Kuwait gagal terbang atau hancur di udara, sementara tiga rudal lain berhasil dicegat oleh sistem pertahanan gabungan AS dan Bahrain. Sementara itu, militer Kuwait mengimbau warga untuk tidak mendekati puing-puing yang jatuh akibat operasi pencegatan tersebut. Peringatan sirene turut berbunyi di kawasan Bahrain.
Di sisi lain, serangan drone Iran terhadap kapal-kapal sipil yang melintas secara legal di perairan Teluk menjadi bagian dari upaya mereka untuk menekan AS. Militer AS mengklaim berhasil menggagalkan gelombang serangan drone berikutnya yang menargetkan pasukan Amerika di Kuwait, tanpa terdapat korban jiwa atau personel luka.
Di kawasan Lebanon, konflik antara Israel dan Hizbullah masih terus berlangsung. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa ia telah mencegah serangan besar Israel terhadap Beirut setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta pihak-pihak yang mewakili Hizbullah. Namun, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan sedikitnya 30 serangan udara Israel di wilayah selatan negara itu pada Selasa, dengan enam anggota satu keluarga tewas akibat serangan dekat Kota Sidon. Militer Israel menuduh Hizbullah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai sebelumnya.
Pertahanan AS terus berupaya mempercepat proses negosiasi dengan Iran, meski Teheran kini menegaskan akan menangguhkan pembicaraan damai sebagai bentuk protes atas serangan Israel di Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran harus berlaku di seluruh medan konflik, termasuk di Lebanon. Ia menegaskan bahwa “pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran gencatan senjata di semua lini,” sambil menekankan tanggung jawab kedua pihak atas konsekuensi dari setiap pelanggaran.
Sementara itu, AS tetap berupaya mempercepat pengalihan fokus pada perbatasan wilayah Iran dan Kuwait. Dalam upaya ini, militer AS mengklaim telah mengalihkan sedikitnya 122 kapal yang berupaya masuk atau keluar dari pelabuhan Iran selama blokade dimulai pada 13 April lalu. Namun, kejadian ini dianggap sebagai bagian dari upaya AS untuk memperkuat posisi mereka dalam perbatasan tersebut.
Keseluruhan eskalasi konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih tergantung pada kemampuan kedua negara untuk berkoordinasi secara efektif. Meski ada upaya diplomatik yang dilakukan, perbedaan pendapat dan sikap ketat antar pihak tetap menjadi hambatan utama.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mundur 5% Setelah Iran Hentikan Serangan
27 Juli 2026
Harga Minyak Melonjak 7% Pasca Serangan Tanker Saudi
24 Juli 2026
Harga Minyak Dunia Dekat $90 Pasca Trump Ancaman Iran
21 Juli 2026
Pasokan Minyak Mengancam Harga Minyak Bisa Naik 200$
17 Juli 2026
Harga Minyak Melejit Pasca Serangan AS ke Iran
16 Juli 2026
Konflik AS-Iran: Harga Minyak Tertekan
15 Juli 2026
Proses Pemilihan Proposal di SCTV: Ketegangan dan Keberhasilan
13 Juli 2026
Dolar AS Tumbuh Hari Ini Terhadap Rupiah
23 Juni 2026
Memuat komentar...