BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dengan India sebagai mitra surplus terbesar kedua, menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperluas ekspor dan meningkatkan akses pasar. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekonomi dan memastikan keuntungan bersama antara kedua negara.
Selain menjadi pasar utama bagi produk Indonesia, India juga berperan penting sebagai pemasok komoditas esensial seperti daging kerbau. Budi Santoso menekankan bahwa strategi ini mengacu pada data yang menunjukkan surplus terbesar kedua dari Indonesia terhadap India, dengan potensi ekspor-impor dan investasi terus dikembangkan. “Kita tetap harus menjaga hubungan dagang kita dengan India,” ujarnya saat di Kementerian Perdagangan, Senin (14/7/2026).
Pemerintah fokus pada dua aspek utama: memperluas pasar Indonesia bagi produk unggulan negara asalnya dan memenuhi kebutuhan impor strategis melalui kerja sama dengan India. Dalam pertemuan tersebut, Budi Santoso menyebutkan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan akses pasar untuk meningkatkan volume ekspor, sementara itu, Indonesia juga bersedia mengimpor komoditas tertentu dari India yang produksinya belum cukup memenuhi kebutuhan domestik. “Jika ada komoditas India yang kita perlukan, ya kita impor,” terangnya.
Kerja sama di sektor investasi juga menjadi prioritas. Budi Santoso menilai hubungan ekonomi harmonis antara kedua negara akan memberikan manfaat jangka panjang, terutama karena industri India masih sangat bergantung pada bahan baku berkualitas dari Indonesia. “Potensi ekspor-impor dan investasi ini kita jaga secara aktif,” pungkasnya.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya memperluas kerja sama dalam bidang infrastruktur dan teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi keduanya. Upaya ini dijelaskan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan dan keseimbangan ekonomi, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi dan permintaan pasar yang meningkat.
Analisis singkat menunjukkan bahwa kerja sama perdagangan dengan India tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membuka peluang investasi yang dapat memperkuat kestabilan perekonomian Indonesia. Dengan mempertahankan hubungan dagang yang saling menguntungkan, kedua negara dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.
Sumber surplus terbesar kedua menjadi titik fokus utama dalam kebijakan perdagangan pemerintah, dengan harapan memperkuat sinergi antara industri dan pasar. Pemimpin tertinggi mengungkapkan bahwa langkah-langkah ini akan diimplementasikan secara bertahap untuk menciptakan keseimbangan ekonomi yang lebih baik.
Artikel Terkait
95% Barang Pakai Kapal Asing, Kapal Berbendera Indonesia Fokus
27 Juli 2026
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
BPJPH Dorong Usaha Capai Sertifikasi Halal Oke Oktober 2026
27 Juli 2026
Perceraian SK Group Bawa Aset Dijual Rp11 Triliun
27 Juli 2026
Transmigrasi Jadi Pusat Ekonomi Baru, TEP Luncurkan
26 Juli 2026
Real Madrid Angkat Triliun Rupiah, Gugat Dominasi Barcelona
26 Juli 2026
North Hub Rp211,48 Triliun Memulai Konstruksi FPSO
25 Juli 2026Bank Mandiri Raih Laba Rp30,4T Kuartal II 2026
25 Juli 2026
Memuat komentar...