BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan roket asal Amerika Serikat, SpaceX, akan mencatatkan saham perdana (IPO) di bursa Nasdaq pada Jumat, 12 Juni 2026. Pernyataan ini menunjukkan bahwa SpaceX berhasil menarik dana sebesar US$ 75 miliar atau setara Rp 1.344 triliun dalam penawaran sahamnya, yang membuatnya menjadi perusahaan dengan IPO terbesar sepanjang sejarah.
IPO ini dijalankan melalui penawaran 555,6 juta saham dengan harga IPO US$ 135 per saham, menurut data dari CNBC. Nilai perusahaan saat IPO mencapai USD 1,77 triliun atau Rp 31.727 triliun, menjadikannya perusahaan AS ketujuh paling berharga setelah Tesla. SpaceX akan debut di Nasdaq pada hari yang sama.
Elon Musk, pemilik SpaceX, mengungkapkan bahwa IPO ini adalah momen penting bagi dirinya sebagai orang pertama yang mencapai triliuner global. Kepemilikan miliknya di SpaceX bernilai US$ 866,5 miliar atau Rp 15.532 triliun, sementara kepemilikan di Tesla berharga hanya US$ 320 miliar atau Rp 5.736 triliun. IPO ini datang setelah 16 tahun menyeberangkan Tesla ke bursa sekuritas.
Dalam prospektus IPO, SpaceX menyebutkan pendapatan naik 15% menjadi USD 4,69 miliar atau Rp 84,06 triliun pada kuartal pertama 2026, dibandingkan dengan USD 4,07 miliar di tahun sebelumnya. Pada 2025, pendapatan melonjak 33% menjadi USD 18,67 miliar atau Rp 334,65 triliun. Namun, perusahaan mengalami kerugian bersih US$ 4,28 miliar atau Rp 76,71 triliun pada kuartal terakhir 2026, setelah menyebutkan kerugian US$ 4,94 miliar di 2025.
Selain bisnis antariksa, SpaceX juga memiliki layanan satelit Starlink yang menjadi kontribusi utama pendapatan. Divisi kecerdasan buatan (AI) xAI, yang bergabung dengan perusahaan pada Februari 2026, juga memberikan kontribusi signifikan. Dalam IPO, pengeluaran modal mencapai USD 10,1 miliar atau Rp 181,04 triliun, melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sementara itu, US$ 7,7 miliar dihabiskan untuk AI, sisanya dialokasikan untuk antariksa dan konektivitas.
IPO ini dikelola oleh Goldman Sachs, diikuti Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase. SpaceX juga memperkirakan bahwa IPO ini akan menggerakkan ekosistem teknologi dan investasi pada bidang antariksa serta satelit. Pada 2026, perusahaan menyebutkan bahwa kuartal pertama pendapatan mencapai USD 4,69 miliar, dengan peningkatan signifikan dari kuartal sebelumnya.
Kemenangan ini juga menempatkan SpaceX di posisi ketujuh dalam daftar perusahaan AS paling berharga, setelah Tesla. Dengan IPO yang sangat besar, SpaceX tidak hanya memperkuat pangsa pasar, tetapi juga membuka peluang untuk menggandakan nilai properti dan keuntungan bagi pemegang sahamnya.