Sentimen Ini Bikin IHSG dan Rupiah Lesu Pekan Lalu

beritalokal.my.id, Jakarta – Sejumlah sentimen mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu. Pada pekan ini, rilis data ekonomi Indonesia akan menjadi perhatian.

Berdasarkan riset Syailendra, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun 0,93% menjadi 17.840. Sementara itu, indeks dolar AS juga melemah 0,11% menjadi 99,87.

Di pasar saham, IHSG merosot 0,56% pada pekan lalu ke level 6.127 dengan aliran dana investor asing yang keluar mencapai Rp 3,7 triliun.

Di wall street, indeks Nasdaq naik 2,2%, indeks S&P 500 menguat 1,2% dan indeks Dow Jones bertambah 0,25.

Selain itu, di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun stagnan di 6,73%, yang diikuti dengan aliran dana investor asing yang keluar sebesar RP 830 miliar pada pekan lalu.

Lalu imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun turun dari 4,55% menjadi 4,46% pada pekan lalu.

Pada pekan lalu sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi IHSG dan rupiah. Dari sentimen global, pertama, situasi Amerika Serikat-Iran. Hal ini membuat harga minyak kembali naik ke kisaran US$ 90 per barel.

Kedua, ekspor komoditas satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan dilaksanakan penuh pada 1 Januari 2027.

Ketiga, yield SRBI tenor 12 bulan melonjak ke kisaran 6,75%. Kenaikan yield ini merupakan langka proaktif untuk menarik arus modal asing dan melindungi nilai tukar rupiah yang kini mendekati 18.000 per dolar Amerika Serikat.

Keempat, Presiden Prabowo resmi mengesahkan PP Nomor 20 Tahun 2026 yang merevisi aturan sebelumnya PP 55/2022 dna mencabut hak badan usaha berbentuk CV, firma, serta PT biasa untuk menggunakan tarif PPh Final UMKM sebesar 0,5%.Dengan demikian, badan usaha CV dan PT kini dikenakan tarif PPh Badan Umum sebesar 22% dan wajib menyelenggarakan pembukuan standar secara penuh.

Lalu apa yang dicermati pada pekan ini?

Ada sejumlah data ekonomi yang dirilis antara lain dari Indonesia ada Purchasing Manager’s Index (PMI), neraca perdagangan dan inflasi. Sedangkan dari Amerika Serikat ada ISM Manufacturing PMI.

Usai Libur Panjang, IHSG Dibuka Melesat Lebih dari 1% ke Level 6.200

PerbesarSeorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat usai libur panjang. Pada pembukaan perdagangan saham Selasa (2/6/2026), IHSG langsung melaju di zona hijau.

Mengutip data RTI pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik menjadi 6.210,92 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.127,35.

Pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih menguat dengan naik 1,21% menuju 6.202,21. Indeks saham LQ45 juga cerah dengan naik 0,84% ke 616,58. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 6.219,17 dan level terendah 6.183,17. Sebanyak 272 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Selain itu, 241 saham melemah dan 197 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 196.832 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 2,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 2,6 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat masih perkasa terhadap rupiah. Dolar AS terhadap rupiah menyentuh 17.853.

Sektor saham sebagian bergerak menghijau. Sektor saham energi mempimpin penguatan dengan naik 2,77%, sektor saham infrastruktur menyusul dengan naik 2,03% dan kemudian sektor saham cyclical sebesar 1,87%

 

Prediksi IHSG

PerbesarSeorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang anjlok signifikan selama pembukaan pasar, di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.889. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah tipis 0,05% ke 6.217 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026. Selain itu, pada timeframe weekly, IHSG tergelincir 0,56% dengan volume penjualan yang cenderung mengecil.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Pada pekan ini, Herditya mengatakan, IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support 6.071 dan level resistance 6.262. Untuk sentimennya antara lain rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) dan data pekerjaan Amerika Serikat (AS). Selain itu, rilis data inflasi Indonesia dan investor akan mencermati gencatan senjata yang berlaku selama 60 hari.

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistane 5.880-6.220.



error: Content is protected !!