BeritaLokal, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Jumat, 5 Juni 2026, dengan prediksi bergerak di kisaran 18.050 hingga 18.120 per dolar. Perubahan ini disebabkan oleh faktor geopolitik dan data ekonomi AS yang menciptakan ketidakpastian bagi pasar.
Pada penutupan perdagangan, rupiah ditutup di level 18.066 per dolar AS, turun 17 poin atau 0,09% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.040, menurun 0,11% dari data Google Finance saat dipantau pukul 09.10 WIB. Pada pukul 09.13 WIB, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mengalami kenaikan ke level 18.027, meski tetap berada di bawah prediksi.
Prediksi ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan melemah dalam perdagangan Jumat, dengan nilai tukar di kisaran Rp 18.050 hingga Rp 18.120. Hal ini disebabkan oleh ketegangan militer di Timur Tengah dan laporan serangan rudal Iran yang menimpa Kuwait dan Bahrain. Meski Federal Reserve mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, pelaksanaannya masih tergantung pada penghentian aksi permusuhan Hizbullah.
Situasi di kawasan juga memanas setelah muncul laporan serangan rudal Iran terhadap Kuwait dan Bahrain, sementara Amerika Serikat melakukan serangan terhadap Pulau Qeshm milik Iran. Militer Israel terus memperluas operasi di Lebanon, yang berpotensi mengganggu pasokan energi global dan menciptakan kenaikan harga minyak dunia.
Selain itu, data ekonomi AS menjadi penentu utama dalam menilai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Laporan ADP menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah 122.000 lapangan kerja pada Mei, melampaui ekspektasi dan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, survei ISM menunjukkan harga bisnis jasa AS mencapai level tertinggi sejak 2022, didorong oleh kenaikan biaya minyak bumi dan komoditas lainnya. Perkembangan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Dalam rangka menangani ketegangan global, investor harus tetap hati-hati menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah. Perubahan dalam kebijakan moneter dan kondisi ekonomi dunia berpotensi memengaruhi dinamika mata uang Indonesia.
Artikel Terkait
Rupiah Tegar Tambah Lebih 18,093, Pasar Tunggu Gubernur BI
28 Juli 2026
Nilai Rupiah Turun ke 18.070 di Tengah Geopolitik
28 Juli 2026
Bank Indonesia Mantap Kebijakan Stabil Menenangkan Pasar
27 Juli 2026
Rupiah Tembus 18.009, Kurs Rupiah Turun Hari Ini
27 Juli 2026
Perampingan BUMN Lebih Dari 250 Perusahaan Lepas Akhir Juli
27 Juli 2026
BPJPH Dorong Usaha Capai Sertifikasi Halal Oke Oktober 2026
27 Juli 2026
Rupiah Ringan Menurunkan 9 Poin Setelah Gubernur BI Mundur
27 Juli 2026
Harga Emas Antam Melambung Rp 10.000 pada 27 Juli 2026
27 Juli 2026
Memuat komentar...