Rupiah Menguat ke Rp 17.930 per Dolar AS, Efek Kenaikan BI Rate

BeritaLokal, Jakarta – Nilai tukar rupiah mengalami kenaikan pada Jumat (12/6/2026) setelah penguatan terhadap dolar AS mencapai Rp 17.930 per dollar, melampaui level penutupan sebelumnya di Rp 17.989. Perkembangan ini dipengaruhi oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.

Selain itu, investor asing memberikan respons positif terhadap langkah BI yang dianggap mendorong optimisme pasar. Muhammad Amru Syifa, kepala Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), mengungkapkan bahwa kebijakan moneter ketat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik. “Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari investor asing dan meningkatkan minat terhadap instrumen keuangan dalam negeri,” kata Amru, menurut laporan Antara.

Namun, tekanan dari dolar AS tetap menjadi perhatian pasar karena kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diharapkan mempertahankan tingkat suku bunga tinggi. Data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat yang dirilis pada 11 Juni menunjukkan tekanan inflasi lebih tinggi dari perkiraan pasar, memperkuat ekspektasi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Negosiasi antara AS dan Iran juga menjadi perhatian. Amru menyebut harapan tercapainya kesepakatan dapat meredakan ketegangan geopolitik dan menjaga stabilitas pasokan energi global. “Kondisi ini berpotensi mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak,” kata Amru.

Analisis menunjukkan bahwa rupiah potensial bergerak di kisaran Rp 17.850 hingga Rp 17.980 per dolar AS dalam perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih memantau perkembangan kebijakan The Fed serta hasil negosiasi AS-Iran sebagai katalis bagi pergerakan mata uang internasional.

Sumber: Antara, ICDX

error: Content is protected !!