Top 3: Bank Sentral Jepang Dongkrak Suku Bunga

BeritaLokal, Jakarta – Bank Sentral Jepang kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1% pada Rabu (17/6/2026), menandai kenaikan tertinggi dalam lebih dari 30 tahun sejak 1995. Keputusan ini memperkuat normalisasi kebijakan moneter yang dimulai pada 2024, meski inflasi konsumen masih di bawah target 2%.

Peningkatan suku bunga dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah, yang menjadi pendorong utama kenaikan Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang mencapai 6,3% pada Mei, tertinggi dalam tiga tahun. Bank Sentral Jepang memastikan bahwa inflasi tetap di bawah target dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengurangan beban rumah tangga melalui subsidi energi dan strategi penghematan biaya. Namun, kenaikan harga minyak terus menyebar ke sektor ekonomi, menyebabkan tekanan pada pasar barang dan layanan.

Dalam pertemuan dewan, 7 anggota memilih meningkatkan suku bunga, sementara satu anggota (Toichiro Asada) menolak. Keputusan ini diambil setelah anjloknya harga minyak global yang terjadi sejak krisis energi 2022. Bank Sentral Jepang memperkirakan bahwa skenario harga minyak akan terus melanjutkan kenaikan hingga akhir tahun, sehingga perlu tetap menahan suku bunga untuk mencegah inflasi yang lebih tinggi.

Selain itu, artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis menyebutkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan penerapan BBM jenis B50 mulai 1 Juli 2026. Uji coba hasil baik menunjukkan capaian 80-90% parameter yang diuji, meski evaluasi terus berjalan. Sementara Bank Sentral Australia tetap mempertahankan suku bunga di 4,35%, menunggu dampak inflasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Lihat Selengkapnya

error: Content is protected !!