Penyelidikan Kasus Pembunuhan Remaja: Chat D4vd Terungkap

BeritaLokal, Jakarta – Chat D4vd Diungkap di Sidang, Termasuk soal Aborsi Sebelum Celeste Rivas Hernandez Dibunuh, menambah kepuncak drama pembunuhan yang menewaskan seorang remaja berusia 13 tahun di Los Angeles. Dalam persidangan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026, jaksa penuntut menampilkan bukti pesan digital antara penyanyi D4vd, alias David Burke, dan korban, Celeste Rivas Hernandez, yang secara lahiriah menegaskan hubungan seksual yang memicu proses aborsi. Identitas dan kronologi hubungan ini diungkapkan secara detail oleh jaksa selama proses pelepasan bukti.

Rencana Aborsi Terungkap di Sidang

Ketika sidang dimulai pada pukul 09.00, jaksa menampilkan pesan teks yang dikirim D4vd di bulan Januari 2024. Pesan tersebut memuat permintaan maaf, “Aku minta maaf, sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu melewati ini,” diikuti respons Celeste, “Tidak apa‑apa, kita berdua tidak mampu mengurusnya,” yang diambil dari liputan media E! News. Pada pesan berikutnya, D4vd bertanya, “Kapan kamu akan melakukannya?” Sebagai jawaban, Celeste menyebutkan “2 hari lagi.” Di sisi lain, D4vd mengekspresikan keraguan tentang keaslian keturunan anak yang ia klaim membawa nama, sehingga bertanya, “Apa itu benar-benar anakku?” dan Celeste menegaskan, “Tentu saja ini milikmu David.” Sehingga, melalui sekumpulan pesan ini, jaksa menuntut klaim aborsi yang intens memaparkan adanya keteledoran emosional serta kesalahpahaman, menekankan bahwa Celeste, usia 13 tahun, berada di bawah proteksi hukum anak.

Bukti DNA Menunjukkan Keterlibatan D4vd

Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, seorang ahli DNA publikasi kesaksiannya bahwa noda darah yang diambil dari garasi rumah D4vd di Hollywood setara dengan DNA Celeste Rivas Hernandez. Ia menegaskan bahwa kecocokan tersebut “satu septiliun kali lebih mungkin berasal dari Celeste dibandingkan dengan siapa pun dalam populasi,” angka yang menegaskan kedekatan ilmiah antara korban dan pelaku. Dengan demikian, bukti forensik ini menjadi saksi tak terbantahkan atas keterlibatan D4vd, karena hanya Celeste yang dapat mengekalkan DNA di lokasi kejadian.

Di antara bukti lain, jaksa menyoroti fakta bahwa Sebelum pembunuhan, Celeste mencoba meminimalkan interaksi secara fisik dan hanya membatasi hubungan dengan D4vd secara online. Dia mengirim pesan ke D4vd, “Aku tidak ingin berhubungan langsung lagi denganmu,” yang direspon dengan “Ya, penetapan batas yang sangat buruk,” lalu “Bukan hanya itu, D, jauh lebih dari itu.”

Autopsi Celeste Rivas, yang dipublikasikan pada 22 April 2026, mengungkapkan bahwa tubuh 14‑tahun­nya menampakkan dua luka tembus di dada dengan tepi halus dan satu luka di perut atas menembus hati, serta luka lain yang merusak tulang rusuk kiri. Kitab nifas dan luka pada rajutan tubuhnya menandakan penggunaan benda tajam. Kesimpulan hukum menegaskan bahwa semua luka ini disebabkan oleh pertools tajam, menegaskan kejahatan terbukti.

Sementara itu, jaksa menilai bahwa kombinasi bukti pesan digital, DNA, dan hasil autopsi membangun narasi yang terkonfirmasi bahwa D4vd tidak hanya terlibat dalam aborsi Celeste, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembunuhan. Keputusan hakim dipersiapkan dalam minggu berikutnya, menutup drama yang melibatkan cinta dan kebohongan.

Artikel Terkait

0