BeritaLokal, Jakarta – Selain itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan bahwa kenaikan harga Pertamax bisa memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah. Kebijakan pemerintah harus dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan kesempatan berbelanja bagi sektor kebutuhan dasar.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menyatakan, kelompok konsumen kelas menengah rentan terhadap tekanan biaya transportasi akibat kenaikan Pertamax. Pemutaran harga BBM nonsubsidi ini dapat mempercepat perubahan pola konsumsi rumah tangga, terutama jika biaya transportasi meningkat. “Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha dari sisi biaya produksi dan operasional, tetapi juga dari sisi permintaan karena konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam berbelanja,” kata Shinta.

Pemerintah diperintahkan untuk memperkuat pengendalian inflasi, terutama pada komponen biaya transportasi dan distribusi. Apindo menyarankan penguatan efisiensi logistik agar kenaikan harga energi tidak secara otomatis mengakibatkan kenaikan harga barang secara luas. “Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok menengah dan menengah ke bawah, tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Dalam wawancara terpisah, Shinta menyebutkan bahwa pemerintah perlu memastikan transmisi kenaikan harga energi tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang merusak daya beli dan aktivitas usaha. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan sesuai mekanisme evaluasi, dengan koordinasi pemerintah sebagai regulator. Harga BBM nonsubsidi tetap diatur secara terukur untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kualitas layanan.

Sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil. Pada 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Pemangku kepentingan di Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan sesuai regulasi dan mekanisme evaluasi berkala, dengan tujuan menjaga keseimbangan pasokan energi dan distribusi BBM.

Pertamina terus memastikan ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat dapat mengakses informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina, seperti aplikasi MyPertamina. Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak negatif pada kehidupan sehari-hari dan ekonomi nasional.

error: Content is protected !!