Pengakuan Gading Marten soal Raffi Ahmad dengan Pihak Blueray, Tak Sengaja Berjumpa di AS

BeritaLokal, Jakarta – Gading Marten mengakui adanya pertemuan tidak sengaja dengan pihak Blueray di New York beberapa waktu lalu, namun menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan serius tentang pemesanan barang elektronik atau pertukaran kontak. Peristiwa ini terjadi saat Gading sedang berada di Prancis dan bertemu Raffi Ahmad, Ariel NOAH, serta Desta.

Pertemuan tersebut dikenal sebagai “ketidaksengajaan” oleh Gading, yang menjelaskan bahwa mereka hanya mengambil foto bersama seorang individu di sebuah restoran Indonesia. “Kita makan di Awang Kitchen, lalu pindah ke sebelahnya Indo Java, ada orang-orang dari sebelah minta foto,” kata Gading dalam sambungan video call. Ia menegaskan bahwa pembicaraan hanya berupa basa-basi sebagai sesama anak bangsa di negeri orang.

Gading juga membantah klaim bahwa ada diskusi serius tentang pemesanan barang elektronik seperti iPhone atau laptop. Ia mengaku tidak mengenal pemilik toko dan tidak menyimpan kontak mereka. “Orangnya siapa nggak tahu, namanya Blueray aja baru tahu,” kata Gading. Raffi Ahmad sendiri menanyakan apakah ada pertukaran nomor telepon, tapi Gading menjawab bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang melakukan hal itu karena tidak memiliki kepentingan lebih lanjut.

Raffi merasa wajib memberikan klarifikasi atas kabar miring yang mengarah pada nama dirinya. Ia mengklaim bahwa tanggung jawab moralnya sebagai Utusan Khusus Presiden memperkuat perlu menjaga marwah institusi negara. “Saya santai karena dulu saya tidak atau belum diberikan amanah ini. Sekarang karena ada amanah, rasa-rasanya saya perlu meluruskan hal yang tidak benar,” kata Raffi.

Pertemuan antara Gading dan Raffi terjadi setelah mereka selesai makan di restoran Indonesia. Kedua pihak menegaskan bahwa tidak ada hubungan formal atau kepentingan ekonomis dalam pertemuan tersebut. “Kita hanya mengambil foto, habis itu foto ya,” ujar Gading, menjelaskan bahwa mereka memilih berfoto dengan orang-orang di sekitar tempat makan.

Peristiwa ini menjadi topik pembahasan publik, terutama karena perbedaan pendapat antara pihak-pihak terkait atas kabar yang menyebutkan kecurigaan terhadap Raffi. Gading dan Raffi tetap mempertahankan posisi mereka masing-masing, dengan Gading menekankan bahwa pertemuan hanya merupakan momen spontan sambil Raffi mengingatkan pentingnya menjaga reputasi institusi negara.

Daftar Pustaka, Gading Marten (2024), Raffi Ahmad (2026), Blueray (2024)

error: Content is protected !!