Pelatihan Kemenkop: Pahami Potensi Desa Koperasi Merah Putih

BeritaLokal, Jakarta – Kemenkop Minta Manajer Koperasi Merah Putih Pahami Potensi Desa tiba di Makassar dalam pelatihan intensif yang diharapkan menanamkan pemahaman mendalam tentang potensi desa dan kebutuhan warga bagi jangka panjang. Pada Jumat (24 Juli 2026), Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, mengopening sesi ini di Satuan Pendidikan (Satdik) 2 Kodiklatal Makassar, Sulawesi Selatan. Di luar halaman promo, para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berbaris memulai sistem komprehensif yang memadukan teori, praktik, dan sertifikasi kompetensi.

Destry Anna Sari menegaskan bahwa kesuksesan KDKMP tidak semata‑muta-dalam cukup modal, melainkan karena manajer dapat membaca kondisi setempat, menyesuaikan strategi usaha, serta membuat keputusan berbasis realitas lapangan. Ia menyebutkan, “Networking ini mahal, karena Anda akan jadi single fighter di KDKMP tempat Anda ditempatkan. Kenali koperasi itu membutuhkan apa.” Inilah alasan mengapa setiap manajer diharuskan melakukan rekonsiliasi aktif dengan kepala desa, pengurus koperasi, dan masyarakat setempat untuk mengidentifikasi isu serta peluang inovatif yang layak dikembangkan.

Pelatihan di Makassar menjadi bagian dari 451 kelas pelatihan yang berlokasi di 15 komando latihan, 61 satuan pendidikan, dan seluruh Indonesia. Jemaatnya sebanyak 189 calon manajer mengisi ruang kelas yang dibidangkan atas nama The Local Enablers, dengan fasilitator Dwi Purnomo menekankan pentingnya kepemimpinan bersisi kolaboratif. Dwi mengingatkan bahwa pengelola KDKMP harus memperkuat jaringan dengan pengurus, masyarakat, dan mitra eksternal untuk mempertegas ekosistem usaha sekaligus membuka jalan potensi bisnis lokal yang tidak terduga.

Secara nasional, sebanyak 29.830 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bersiap mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang berlangsung pada Kamis hingga Selasa (17‑29 Juli 2026) dan akan ditutup pada Jumat (31 Juli 2026). Peserta dihadapkan pada 90 jam pelajaran yang terdiri dari 12 modul, 42 materi, dan 10 unit kompetensi, semua dirancang untuk mengasah penguasaan manajemen koperasi, keuangan, serta strategi bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik daerah masing‑masing. Setelah akhir pelatihan, sertifikasi kompetensi manajer KDKMP akan diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memastikan profesionalisme, akuntabilitas, dan responsabilitas kualitas kerja terhadap komunitas desa.

Di tengah padatnya materi teknis, spot pelatihan Makassar menaruh kode moral pembangunan: “Manajer harus berpikir memberikan solusi bagi masyarakat, tidak hanya berpikir menghasilkan produk. Produk itu sebagus apa pun, kalau tidak memberikan solusi, tidak akan menjadi value,” ujar Dwi. Didampingan pepatah ini, para calon manajer bertekad menanamkan nilai investasi sosial sebagai inti strategi koperasi, mencatat bahwa keberhasilan usaha koperasi sangat bergantung pada kontribusi nyata bagi kesejahteraan warga.

Kementerian Koperasi, melalui kebijakan ini, bertujuan untuk memajukan koperasi desa menjadi platform inovasi dan pemberdayaan ekonomi lokal yang melangung kendala modal sekaligus membuka jalur pendapatan berkesinambungan bagi masyarakat. Dengan 31 Juli 2026 menjadi batas akhir sertifikasi, para manajer yang lulus akan segera ditempatkan di wilayah tugasnya, memimpin koperasi yang esensinya terletak pada pemahaman mendalam mengenai potensi desa dan kebutuhan yang bersifat terintegrasi, sehingga mewujudkan “Kemenkop Minta Manajer Koperasi Merah Putih Pahami Potensi Desa” menjadi realitas yang berdaya guna bagi pembangunan masyarakat.

Artikel Terkait

0