BeritaLokal, Vatican City – Paus Leo XIV, seorang pemimpin Katolik yang dikenal sebagai “Pangeran Kebudayaan” (The Prince of Culture), telah mengeluarkan ensiklik pertama dalam sejarah katholik untuk mengekspresikan peringatan tajam terhadap dinamika keuangan modern, khususnya dalam konteks aset digital. Dokumen ini, yang diberi judul On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence, menyoroti risiko ketidakadilan, ekonomi sistemik, dan ketimpangan global yang dihancurkan oleh inovasi teknologi.
Selain itu, Paus menganalisis peran kripto sebagai bagian dari “sistem keuangan berbasis AI” yang bisa menghasilkan krisis ekonomi dan penyalahgunaan modal. Dalam ensiklik tersebut, ia menekankan bahwa pengembangan teknologi seperti kripto harus diiringi dengan prinsip antropologis dan moral untuk mencegah kerusakan sosial. “Kekayaan yang hanya diperoleh oleh sebagian kecil manusia justru bisa memperparah ketidaksetaraan,” kata Paus, menunjuk pada kekhawatiran terkait struktur ekonomi modern.
Dalam ensiklik itu, Paus juga mengkritik kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang membuka akses kripto untuk perusahaan teknologi finansial, meskipun dengan syarat ketat. Dalam skema skinny accounts, perusahaan kripto dan fintech bisa terhubung langsung dengan sistem pembayaran The Fed, tetapi mereka masih tidak memiliki hak akses ke layanan seperti kredit intrahari atau fasilitas pinjaman darurat. Paus menegaskan bahwa kebijakan ini “tidak sepenuhnya setara” dengan layanan perbankan tradisional, yang sering kali memperoleh bunga dari saldo cadangan.
Sementara itu, Perintah Eksekutif Donald Trump pada 19 Mei 2026 mengekspresikan kekhawatiran terhadap kebijakan pembayaran yang dianggap terlalu batas dalam menghambat inovasi teknologi. Kebijakan ini segera disertai proposal The Fed, yang mencabut aturan 2023 yang membatasi akses kripto dan institusi tanpa asuransi ke sistem Federal Reserve. Meski belum ada konfirmasi resmi bahwa perintah Trump menjadi penyebab langsung, banyak pihak menganggap aturan ini sebelumnya telah dipraktekkan dan hanya dipercepat publikasinya.
Paus juga menekankan pentingnya “perdamaian antar manusia” dalam konteks keuangan. Ia berharap masyarakat bisa memilih untuk memprioritaskan kesejahteraan bersama, tanpa menggunakan senjata atau kekerasan. Dalam sebuah Misa Malam Natal 2025 di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Paus menyampaikan pesannya dengan tegas: “Hari ini adalah hari untuk memperkuat hubungan antar manusia, bukan hanya untuk menggali kekayaan yang terbatas.”
Dalam ensiklik tersebut, Paus juga menyoroti bahwa kripto dan teknologi finansial harus diatur dengan ketentuan jelas, agar tidak menjadi alat penjajah ekonomi. Ia berharap pemerintahan setelahnya mampu menggabungkan prinsip keadilan sosial dengan inovasi teknologi untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan seimbang bagi seluruh manusia.
Artikel Terkait
Pajak Digital Meningkat, Kas Negara Jadi Rp54,71 Triliun
23 Juli 2026
Kejahatan Siber Sindikat Korporat Hidupkan Kerugian 2 Triliun
21 Juli 2026
FBI Tangkap Steam Malware Setelah Kesalahan
18 Juli 2026
OJK Bongkar Modus Judi Online Lewat QRIS dan Kripto
16 Juli 2026
Temasek Hindari Investasi Kripto, Fokus AI
15 Juli 2026
Kraken Luncurkan Aplikasi Trading Kripto AI
15 Juli 2026
Kripto Melemah: Bitcoin, Ethereum, Cardano Tertekan
15 Juli 2026
Uni Eropa Revisi Aturan Kripto
15 Juli 2026
Memuat komentar...