Investor China dan Hong Kong Tak Bisa Ikut IPO SpaceX?

SpaceX dilaporkan mempertimbangkan faktor keamanan nasional sehingga membatasi penawaran ke investor di China dan Hong Kong.

PerbesarRoket Falcon 9 lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Florida’s Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, Kamis (23/5/2019). SpaceX meluncurkan satelit Starlink ke orbit setelah batal melakukannya pada minggu lalu lantaran gangguan angin kencang. (AP Foto John Raoux)

, Jakarta – SpaceX dilaporkan telah meminta bank yang mengelola penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) US$ 75 miliar atau Rp 1.356 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090) untuk menolak pesanan investasi dari individu dan organisasi yang berbasis di China dan Hong Kong.

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (6/6/2026), dari sumber Bloomberg menyebutkan, langkah ini dilakukan menjelang IPO terbesar sepanjang sejarah dan menyoroti pertimbangan regulasi dan geopolitik yang semakin meningkat seputar pencatatan saham teknologi AS.

Akses Situs Web Dibatasi di Pasar Asia Utama

Pada Jumat pekan ini, situs web SpaceX tidak dapat diakses dari alamat internet yang berlokasi di Hong Kong dan Shanghai. Ini semakin menandakan upaya perusahaan untuk membatasi partisipasi dari investor di yurisdiksi tersebut.

Pembatasan itu bertepatan dengan persiapan IPO dan mencerminkan peningkatan pengawasan seputar kepemilikan dan akses ke bisnis yang sensitif secara strategis.

Faktor Kunci

Menurut laporan itu, bank-bank yang terlibat dalam penawaran itu menunjuk US International Traffic in Arms Regulations (ITAR) sebagai alasan utama untuk mengecualikan investor dari China dan Hong Kong.

ITAR mengatur transfer dann ekspor teknologi, informasi dan layananpertahanan dan dapat memberlakukan kewajiban kepatuhan yang ketat pada perusahaan yang beroperasi di sektor-sektor yang memiliki dampak keamanan nasional.

Mengingat keterlibatan SpaceX yang luas dalam komunikasi satelit, layanan peluncuran, dan kontrakpemerintah, kepatuhan terhadap peraturan ini dianggap sebagai elemen penting dari proses penawaran.

 

IPO Terbesar

PerbesarRoket raksasa Starship milik SpaceX melakukan uji penerbangan dari Starbase, Texas, Jumat, 22 Mei 2026. (AP Photo/Eric Gay)

Penawaran saham perdana akan mengumpulkan sekitar US$ 75 miliar dan dapat menjadi penawaran umum perdana terbesar sepanjang masa. Transaksi ini diperkirakan menempatkan SpaceX di antara perusahaan publik paling berharga di dunia dan merupakan salah satu pencatatan yang paling banyak dipantau dalam beberapa tahun terakhir.

Bagian dari Pergeseran yang Lebih Luas di Pasar Teknologi AS

Pembatasan yang dilaporkan mencerminkan tren yang lebih luas di antara perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan Amerika Serikat, yang banyak di antaranya semakin enggan menerima investasi Tiongkok.

Kekhawatiran yang meningkat atas keamanan nasional, perlindungan kekayaan intelektual, dan tata kelola data telah mendorong perusahaan dan regulator untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap modal asing dari yurisdiksi tertentu.

 

Pertimbangan Keamanan

PerbesarRoket raksasa Starship milik SpaceX melakukan uji penerbangan dari Starbase, Texas, Jumat, 22 Mei 2026. (AP Photo/Eric Gay)

Perkembangan ini sangat kontras dengan pola investasi yang terlihat selama dekade terakhir, ketika perusahaan modal ventura dan investor ekuitas swasta China aktif berpartisipasi dalam pendanaan perusahaan rintisan Silicon Valley dan perusahaan teknologi baru.

Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan pengawasan regulasi, akses ke modal China menjadi lebih terbatas bagi banyak perusahaan AS yang beroperasi di industri yang strategis.

Keputusan SpaceX yang dilaporkan menekankan bagaimana pertimbangan keamanan nasional semakin membentuk struktur dan basis investor dari penawaran saham teknologi.



error: Content is protected !!