Indonesia Raih Rp8,99 Triliun Investasi Baru lewat TCTP

BeritaLokal, Jakarta – Indonesia Raup Investasi Baru Rp 8,99 Triliun dari Kerja Sama TCTP yang dirayakan pada Minggu 15 Mei 2026 di Fuzhou, Provinsi Fujian, menandai tonggak penting dalam hubungan ekonomi dua negara. Seiring dua negara membangun jaringan “Two Countries, Twin Parks” (TCTP), para pemangku kepentingan dari kedua belah pihak menegaskan komitmen kerja sama hingga mencapai total Rp 188,8 triliun investasi.

Pendekatan TCTP menghubungkan kawasan industri strategis di Indonesia dengan park industri pendukung di Tiongkok. Pada pertemuan tersebut, Departemen Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bergabung dengan Pemerintah Provinsi Fujian dan Delegasi Indonesia di bawah pimpinan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon. Ketiga belah pihak mengkaji perkembangan proyek, menandatangani 10 Memorandum of Understanding (MoU), serta menetapkan langkah konkret yang berimpak langsung pada sektor manufaktur, lembaga riset, dan perdagangan digital.

Agenda utama di tengah rapat tingkat atas dan business matching meliputi penandatanganan MoU antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok di tingkat akademik dan industri. Sebagian besar MoU ditujukan pada rencana 10 proyek kunci, menyertakan biomedis, keamanan data, AI, peralatan rumah tangga, serta kendaraan listrik. Setiap perjanjian menjadi pilar dukungan investasi, dengan nilai total investasi baru pada studi kasus tersebut sekitar US $ 500 juta atau setara Rp 8,99 triliun berdasarkan kurs SA/ID 17.990.

Ali Murtopo mengungkapkan, “Evaluasi TCTP harus melibatkan reaktivasi point kontak di Fuzhou serta khususnya mempercepat finalisasi Roadmap TCTP 2026.” Ia menegaskan bahwa proyek champion di antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) adalah contoh mode kerja sama kinerja dua negara. Langkah-langkah tersebut dirancang untuk memperluas cakupan kawasan TCTP, memperkuat akses pasar produk ekspor Indonesia di Tiongkok, serta menerapkan inisiatif Twin Parks plus Tourism Economy guna meningkatkan sinergi antara industri dan pariwisata.

Seminar TCTP dan Pasar

Rangkaian Seminar Training Seminar on the China-Indonesia Two Countries Twin Parks Cooperation yang berlangsung antara 11‑24 Mei 2026 di Fujian bertujuan mentransformasikan kerangka kerja sama TCTP menjadi hasil nyata. Sesi praktik ditekankan pada penyaluran produk unggulan Indonesia ke Tiongkok, termasuk durian, kelapa, serta rute pelayaran langsung antara Fujian dan kawasan industri setempat. Di sela‑sela diskusi, para peserta menilai potensi kolaborasi bidang kesehatan, kendaraan listrik, dan manufaktur terintegrasi.

Penandatanganan 10 MoU berlangsung di Fuzhou Fuyao University of Science and Technology, melibatkan 20+ pelaku usaha dan lembaga akademik. Konsep investasi ini memperlihatkan pertumbuhan sektor teknologi tinggi, di mana kolaborasi di bidang AI, data science, dan pengembangan perangkat medis menonjol. Masing‑masing MoU didesain untuk memobilisasi aset, teknologi, dan pasar antara kedua negara, sehingga investasi baru sebesar Rp 8,99 triliun menjadi tulang punggung ekspansi ekonomi regional.

Penambahan komitmen investasi ini membuat total investasi TCTP mencapai hampir Rp 188,8 triliun, naik dari Rp 179,8 triliun yang diumumkan pada Januari Februari 2026 di Jakarta. Ali Murtopo menekankan bahwa investasi merupakan pendorong utama mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8%. Ia menantikan implementasi lebih cepat di provinsi-provinsi yang terlibat dibandingkan wilayah lain, dengan struktur dukungan yang terkoordinasi melalui pusat layanan TCTP.

Sementara itu, Delegasi Indonesia mengadakan pertemuan tugas lain dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian. Gubernur menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk melanjutkan dukungan terhadap implementasi TCTP, termasuk penguatan fasilitas investasi, promosi kawasan, dan pengembangan pusat layanan TCTP. Kegiatan tersebut menyoroti peran fasilitasi lintas batas sebagai elemen penting dalam mempermudah penyelesaian hambatan, memperlancar aliran modal, serta mendukung penciptaan lapangan kerja di kedua belah pihak.

Artikel Terkait

0