BeritaLokal, Jakarta – Inara Rusli, ibu dari Starla Rhea Idola Virgoun, menunjukkan cara bijak dalam mengajarkan nilai kemanusiaan dan empati sejak dini. Pada 10 Juli 2026, ia mengajak putrinya ke acara For Palestine sebagai momen edukasi untuk memahami perjuangan Palestina dan mendalami kepedulian sosial. Kegiatan ini diadakan di Kawasan M Bloc, Jakarta Selatan, dengan harapan Starla dapat menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya umat Muslim yang mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia.
Dalam acara tersebut, Inara tekankan bahwa isu Palestina bukanlah masalah politik, melainkan hak kemanusiaan yang menimpa korban yang terutama berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak. “Kita tidak boleh mengabaikan keadilan, karena banyak korban yang belum mendapat perlindungan,” ujar Inara, sebagaimana diungkapkan dalam wawancara dengan M Altaf Jauhar. Keterlibatan Starla di kegiatan kemanusiaan ini juga dianggap sebagai ajang untuk memperkaya pemahaman anak tentang pentingnya mendukung perjuangan bangsa Palestina dan kemerdekaannya, terutama dalam konteks Indonesia yang selalu mendukung kemerdekaan.
Sementara itu, Inara menegaskan bahwa pendidikan anak sekarang lebih fokus pada nilai-nilai edukatif jangka panjang. Sebelumnya, ia mengajak Starla untuk sekadar bersenang-senang di libur, tetapi kini kegiatan tersebut dipilih berdasarkan kontribusi sosial dan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin Starla tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, bahkan di luar Indonesia,” kata Inara. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mengajak anak-anak untuk menyadari perbedaan dan kepedulian terhadap isu global yang kini semakin relevan.
Pendidikan Kemanusiaan di Dini
Dalam menjelaskan isu Palestina, Inara tidak membahas aspek politik, melainkan menekankan nilai kemanusiaan dan keadilan. “Kita harus memahami bahwa perjuangan Palestina bukan sekadar masalah politik, tapi hak kemanusiaan yang terganggu oleh ketidakadilan,” kata dia. Pada kesempatan ini, ia menyebutkan bahwa korban yang berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak menunjukkan kekurangan dalam keadilan di sana. “Kita harus berpikir kritis tentang bagaimana masyarakat bisa lebih inklusif dan memberi ruang bagi semua pihak,” tambahnya.
Empati untuk Kehidupan Sosial
Melalui kegiatan ini, Inara berharap kepekaan sosial Starla terus berkembang seiring bertambahnya usia. Ia ingin sang putri tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, khususnya umat Muslim yang tengah mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia. “Harapan ini bisa menjadi ajang untuk anak lebih mengasah kepekaan dan kepedulian terhadap sesama muslim,” katanya. Kegiatan ini juga dianggap sebagai sarana untuk memperkuat keterlibatan anak dalam isu global, meski sejauh ini masih berupa pengalaman langsung.
Kemanusiaan dan Keadilan di Jakarta
Inara menekankan bahwa pola pikirnya dalam mendidik anak telah berubah. Sebelumnya, ia lebih fokus pada membuat anak merasa senang di rumah, tetapi kini kegiatan yang dipilih terbukti memiliki nilai edukatif jangka panjang. “Saya ingin Starla tidak hanya bersenang-senang, tapi juga belajar dari kegiatan ini,” ujar Inara. Kegiatan seperti For Palestine dianggap sebagai contoh untuk anak-anak muda yang berada dalam proses pendidikan dan perlu memahami tanggung jawab sosialnya. “Kita harus lebih peka terhadap kondisi dunia, termasuk Palestina, agar kegiatan liburan menjadi pilihan yang bermanfaat bagi perkembangan anak,” tambahnya.
Dampak Kebijakan Pendidikan dan Sosial
Dalam konteks pendidikan, kegiatan ini juga dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia. Inara berharap bahwa pengalaman Starla di acara ini dapat menjadi contoh untuk siswa lain agar lebih peduli terhadap isu global dan perjuangan bangsa yang sedang berlangsung. “Kita harus memperkuat pendidikan sosial sejak dini, agar anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa keadilan dan empati adalah kunci untuk meneruskan perjuangan bangsa,” kata dia. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari program pemerintah yang menekankan pendidikan karakter dan nilai-nilai sosial dalam kurikulum sekolah.
Analisis Dampak pada Masyarakat dan Anak
Kegiatan For Palestine ini menunjukkan bahwa pendidikan kemanusiaan harus diwujudkan melalui kegiatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Inara mengklaim bahwa cara berpikirnya telah berubah, sehingga ia lebih memilih kegiatan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat untuk perkembangan anak. “Dengan mengajak Starla ke acara ini, saya ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar tentang senang-senang, tapi juga tentang tanggung jawab dan peran masing-masing individu dalam memperkuat kemanusiaan,” ujar Inara. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu global, terutama dalam konteks perjuangan Palestina dan keadilan yang belum sepenuhnya tercapai.
Artikel Terkait
Nycta Gina Dihujani Kritik Setelah Story Kebakaran Rumah
28 Juli 2026
Mathias Muchus Terharu Berakting Anak Disabilitas
25 Juli 2026
Amanda Manopo Tegas Akan Diam Lagi atas Penggelapan Dana
23 Juli 2026
Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan
20 Juli 2026
Prabowo Perkenalkan Rencana Tingkatkan Gaji Guru
20 Juli 2026
Olivia Allan Jadi Pemimpin Bisnis Kuliner Denny Sumargo
19 Juli 2026
Empati & Inovasi Tetap Unggul, AI Tak Bisa Gantikan
16 Juli 2026
Inspirasi Drama Teach You A Lesson, Badan Perlindungan Guru Dibentuk di Gyeonggi
14 Juli 2026
Memuat komentar...