Imelda Budiman Jadi Pimpinan Pemberdayaan Perempuan Maju AS

BeritaLokal, Jakarta – Aktris Imelda Budiman Dilantik Jadi Perwakilan Perempuan Indonesia Maju di Amerika Serikat. Pada hari Kamis (28 Mei 2026) di sebuah ballroom dewan masyarakat Indonesia di Jakarta, ratu kisah premis “Mata Dewa” dan “Pariban: Idola dari Tanah Jawa” secara resmi menorehkan sejarah baru bagi pergerakan perempuan diaspora. Dengan 28‑tahun tinggal di tanah bintang dan bulan, Imelda memperkenalkan diri sebagai Wakil Perempuan Indonesia Maju (PIM) wilayah AS, berdampingi Ketua Umum Gaby Hasnan, organisasi yang sudah dikenal dalam melibatkan perempuan Indonesia dalam gerakan sosial lintas negara.

Di balik tepuk tangan, sejarah PIM menegaskan bahwa organisasi ini bertugas tidak hanya sebagai platform bantuan sosial, tetapi juga sebagai jamban budaya. Imelda, yang pernah meraih gelar Mrs. Asia USA 2013 dan Mrs. Indonesia World 2014, menekankan “PIM kami tidak hanya tempat bertemu, tapi motor penggerak dalam melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara.” Ia menegaskan komitmen akan program EKOS (Ekonomi, Kepemimpinan, Sosial) yang akan memfokuskan dukungan bagi perempuan Indonesia di AS yang masih menyesuaikan diri dengan dinamika pekerjaan dan kehidupan keluarga di luar negeri.

PIM bertujuan memberdayakan perempuan Indonesia di Amerika Serikat dengan dua tonggak strategis. Pertama, program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menempatkan perempuan sebagai pemilik dan pengelola bisnis yang kompeten. Kedua, pelaksanaan literasi digital melalui pelatihan webinar, mentoring, dan kolaborasi komunitas diaspora yang memiliki keahlian di bidang teknologi, pendidikan, dan bisnis. “Satu kebijakan yang kami bahas adalah sharing knowledge dan mentorship, sehingga pelaku UMKM dapat mengakses pasar digital global,” ujarnya ketika menjelaskan skema kerjasama lintas warisan budaya dan ekonomi.

Pada sesi “Sharing Knowledge, Mentorship, dan Kolaborasi,” Imelda mengungkapkan bahwa jaringan diaspora memiliki potensi besar. Ia menyebutkan, “Berbagi pengalaman bisa memperluas kapasitas UMKM perempuan. Banyak di antara kita yang dapat mentransfer skill teknologi, pemasaran digital, hingga manajemen keuangan kepada rekan-rekan di tanah air.” Nilai ini dikaitkan dengan peran PIM sebagai perpanjangan tangan yang dapat membuka ruang kerja sama antara komunitas Indonesia di dalam negeri dan luar negeri.

Keesokan harinya, Imelda menjelaskan pandangannya soal emansipasi perempuan. “Emansipasi bukan sekadar kebebasan memilih jalur hidup, tetapi juga pengakuan bahwa perempuan memiliki hak atas pekerjaan, pendapatan, dan pengambilan keputusan. Dengan berada di position pengurus, kami dapat memperkuat kapasitas perempuan untuk berinovasi tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya integrasi nilai budaya, yakni memelihara tradisi keagamaan, adat, dan bahasa, sekaligus mendukung perkembangan modern yang seimbang.

Sementara itu, Gaby Hasnan menyoroti bagaimana PIM akan memfasilitasi program webinar, pelatihan, dan perampingan pendampingan yang akan menghubungkan perempuan Indonesia di Tanah Air dengan diaspora di AS. “Kita ingin memanfaatkan momentum kehadiran banyak perempuan Indonesia di Amerika yang berkompeten di berbagai bidang, sehingga dapat menjadi mentors bagi rekan-rekan di kampung halaman,” kata Hasnan. Dalam hal ini, rencana jangka panjang adalah membuat platform digital yang memudahkan koordinasi mentor-mentee, serta proyek kolaboratif UMKM lintas batas.

Analisis singkat menunjukkan bahwa penunjukan Imelda Budiman sebagai Wakil Perempuan Indonesia Maju di AS menandai langkah strategis dalam memperkuat jalinan sosial-ekonomi antara diaspora Indonesia dan tanah air. Di satu sisi, peran Imelda sebagai figur publik yang telah dikenal luas dalam industri film dan penggalangan dana memperkuat nilai legitimasi PIM. Di sisi lain, fokus pada pengembangan UMKM dan literasi digital menunjukan nasihat yang relevan mengingat pandemi yang telah mengakselerasi digitalisasi bisnis. Dengan demikian, sinergi antara jaringan diaspora dan calon pelaku UMKM di Indonesia berpotensi memperluas akses pasar global bagi produk-produk buatan perempuan Indonesia, meningkatkan pemberdayaan ekonomi, dan sekaligus menegaskan identitas budaya dalam konteks global.

Artikel Terkait

0