Hartadinata Waspadai Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS

BeritaLokal, JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HARTA) menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebagai faktor kunci dalam memprediksi perkembangan harga emas domestik sepanjang 2026. Direktur Utama HARTA, Sandra Sunanto, mengatakan bahwa kondisi kurs rupiah sangat bergantung pada tren global dan dinamika pasar internasional.

Selain itu, Sandra menekankan bahwa harga emas di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh tren harga emas dunia, tetapi juga tergantung pada stabilitas kurs rupiah. “Perubahan kurs rupiah terhadap USD bisa memengaruhi keuntungan perusahaan, termasuk dalam penjualan emas batangan dan perhiasan,” kata Sandra dalam wawancara terkini.

Meski harga emas dunia saat ini sedang mengalami fase recovery setelah kenaikan signifikan beberapa tahun terakhir, Sandra tetap optimistis bahwa kondisi ini berpotensi mendorong permintaan masyarakat. “Kondisi harga emas yang lebih stabil justru memperkuat permintaan untuk emas batangan dan perhiasan,” katanya.

Pada masa ini, HARTA menggandengkan diri dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode Mei-Juli 2026. Pemerintah BEI menilai kinerja perusahaan pada tahun 2025 memenuhi standar ketat inklusi, dengan penjualan tumbuh 144,4% secara tahunan mencapai Rp 44,55 triliun, laba bersih meningkat 121,3% menjadi Rp 978,5 miliar, serta pangsa pasar perhiasan dan emas batangan sekitar 48,58%.

“Masuknya HARTA ke LQ45 adalah tanda bahwa kami memperkuat posisi sebagai pemain dominan di industri emas nasional,” tutur Sandra. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan laba bersih 121,3% dan volume transaksi saham yang meningkat signifikan sepanjang 2025.

Penggabungan HARTA ke LQ45 juga membuka peluang untuk mendirikan portofolio investasi institusi, menurut Sandra. “LQ45 bukan hanya pencapaian bursa, tapi cerminan pasar yang mempercayai kami sebagai bagian penting dari infrastruktur emas Indonesia,” kata dia.

Dalam prediksi harga emas, analis global mengestimasi harganya akan bergerak antara USD 4.200 dan USD 5.400 per troy ons hingga akhir 2026. Sandra menjelaskan bahwa era recovery ini mencerminkan tren stabil yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, di mana harga emas sering mengalami fluktuasi seperti roller coaster.

Sementara itu, HARTA berharap kinerja tahun 2026 terus meningkat, meskipun kondisi pasar global masih menunjukkan tren normalisasi. “Kita optimistis bahwa harga emas akan kembali stabil dan mendorong permintaan masyarakat,” katanya.

Artikel Terkait

0