Hartadinata Waspadai Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Hartadinata Abadi Tbk (HARTA) menilai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan harga emas di dalam negeri sepanjang 2026.

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, tak memungkiri, harga emas domestik tidak hanya dipengaruhi oleh tren harga emas global, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi kurs rupiah.

“Ada satu hal yang perlu kita amati adalah bagaimana nilai tukar rupiah terhadap USD, karena perlu saya ingatkan bahwa harga emas di Indonesia juga sangat tergantung bukan hanya pada gold spot atau harga emas dunia, tapi juga pada kurs rupiah kita terhadap US$,” kata Sandra dalam Public Expose Hartadinata Abadi, Rabu (3/6/2026).

Kendati demikian, Sandra mengatakan perusahaan tetap optimistis terhadap prospek bisnis tahun depan meski saat ini harga emas dunia tengah memasuki fase normalisasi atau recovery pricing setelah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dia menuturkan, kondisi harga emas yang lebih stabil justru berpotensi mendorong kembali permintaan masyarakat, baik untuk emas batangan maupun perhiasan.

“Kita tetap optimis dan kinerja harta akan tumbuh lebih baik lagi di 2026, terlepas dari memang harga emas dunia yang sekarang saat ini sedang recovery,” ujarnya.

Fase Recovery Harga Emas Dunia

Di sisi lain, Hartadinata melihat proses normalisasi harga emas dunia sebagai perkembangan yang positif bagi industri. Perseroan menyebut fase recovery pricing saat ini berbeda dengan periode sebelumnya yang ditandai volatilitas tinggi layaknya “roller coaster”.

 

Prediksi Harga Emas

PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk, perusahaan manufaktur dan perdagangan emas di Indonesia. (Dok HRTA)

“Jadi, era recovery ini kita melihat sebetulnya kita cukup senang dengan era recovery ini, kenapa? Karena sebetulnya dengan era recovery pricing yang sebetulnya kita lihat tidak seperti up and down roller coaster seperti periode-periode sebelumnya, demand itu sebetulnya lebih muncul lagi, terutama tidak hanya untuk emas batangan, tapi juga untuk perhiasan,” jelasnya.

Adapun kata Sandra, sejumlah analis global bahkan memperkirakan harga emas masih akan bertahan di level tinggi hingga akhir 2026. Berdasarkan berbagai proyeksi pasar, harga emas diperkirakan bergerak pada kisaran USD 4.200 hingga USD 5.400 per troy ons.

Emiten Produsen Emas Ini Resmi Gabung Indeks LQ45 BEI

PerbesarPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat daya saing industri emas nasional lewat akreditasi KAN. (Dok Hartadinata)

Sebelumnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi bergabung dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei–Juli 2026.

Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (5/5/2026) pencapaian ini sejalan dengan kinerja keuangan 2025 yang kuat penjualan tumbuh 144,4% secara tahunan menjadi Rp 44,55 triliun, laba bersih melonjak 121,3% menjadi Rp 978,5 miliar, dan pangsa pasar perhiasan serta emas batangan di Indonesia kini menyentuh 48,58%.

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto, mengatakan masuknya HRTA ke indeks bergengsi ini mempertegas posisi perseroan sebagai pemain dominan dalam ekosistem emas nasional.

Kinerja tersebut menjadi fondasi kuat yang mengantarkan HRTA memenuhi seluruh kriteria ketat inklusi LQ45. BEI menyeleksi konstituen indeks ini berdasarkan empat pilar utama kapitalisasi pasar free float yang besar, rasio free float di atas 10%, likuiditas transaksi di pasar reguler yang konsisten tinggi, serta kinerja fundamental perusahaan yang solid.

HRTA memenuhi keempat kriteria tersebut, didukung oleh pertumbuhan laba bersih 121,3% dan volume transaksi saham yang meningkat signifikan sepanjang 2025.

Menurutnya, kehadiran di indeks yang hanya dihuni 45 saham paling likuid di BEI ini sekaligus membuka peluang masuknya investor institusi besar yang menjadikan LQ45 sebagai acuan alokasi portofolio, berpotensi mendorong likuiditas saham dan memperluas basis investor perseroan.

“LQ45 bukan sekadar pencapaian bursa. Ini cerminan bahwa pasar mempercayai HRTA sebagai bagian penting dari infrastruktur emas Indonesia. Di saat emas semakin relevan sebagai aset strategis, kami hadir dengan fondasi yang kuat. Dengan pangsa pasar hampir 50% di industri perhiasan dan emas batangan Indonesia, target kami bukan hanya tumbuh, tapi menjadi standar referensi industri emas Indonesia,” ujar Sandra.



error: Content is protected !!