Harga Emas 24 Karat 22 Juli Antam Pegadaian HRTA Naik

BeritaLokal, Jakarta – Harga Emas 24 Karat 22 Juli 2026: Cek Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi, kini menjadi acuan bagi investor yang ingin mengevaluasi nilai kestabilan logam mulia di tengah dinamika ekonomi global. Pada hari Rabu, 22 Juli 2026, ketiga penyedia utama, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), serta PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), mencatat kenaikan harga emas 24 karat, mencerminkan permintaan yang tetap kuat di pasar domestik.

PT Aneka Tambang Tbk, milik negara yang telah memfokuskan produksinya pada emas, nikel, dan bauksit, melaporkan harga jual emas 24 karat plafon Rp 2.635.000 per gram, naik Rp 3.000 dari harga sebelumnya. Di fasilitas buyback, pabrik ini menawarkan Rp 2.386.000 per gram, dengan kenaikan Rp 14.000, dan menegaskan bahwa transaksi buyback di atas Rp 10.000.000 akan dikenai PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Selain pergeseran harga undangan, Antam juga menyediakan rangkaian produk berukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram) dengan harga bertahap mengakumulasi hingga Rp 2.575.600.000 per kilogram pada tanggal tersebut. Panduan lengkapnya meliputi 0,5 gram Rp 1.367.500, 1 gram Rp 2.635.000, 2 gram Rp 5.220.000, 3 gram Rp 7.812.000, 5 gram Rp 12.990.000, 10 gram Rp 25.900.000, 25 gram Rp 64.585.000, 50 gram Rp 129.005.000, 100 gram Rp 257.860.000, 250 gram Rp 644.340.000, 500 gram Rp 1.288.400.000, dan 1 000 gram Rp 2.575.600.000.

Pergerakan Harga Emas Pegadaian

PT Pegadaian (Persero), lembaga keuangan nonbank milik negara, memperbarui katalog harga untuk tiga varian produk emas, Galeri24, Antam, dan UBS, pada 22 Juli 2026. Untuk Galeri24, harga 0,5 gram naik menjadi Rp 1.374.000, sedangkan satu gram diiklankan bersih Rp 2.619.000; buyback 1 gram berada pada Rp 2.423.000. Variation for larger weights follows a similar trend: 2 gram Rp 5.175.000, 5 gram Rp 12.841.000, 10 gram Rp 25.613.000, 25 gram Rp 63.689.000, 50 gram Rp 127.277.000, 100 gram Rp 254.428.000, 250 gram Rp 634.508.000, 500 gram Rp 1.269.015.000, dan 1 000 gram Rp 2.538.029.000.
Produk Antam di Pegadaian sedikit lebih mahal: 0,5 gram Rp 1.423.000, 1 gram Rp 2.741.000, 2 gram Rp 5.419.000, 3 gram Rp 8.102.000, 5 gram Rp 13.468.000, 10 gram Rp 26.879.000, 25 gram Rp 67.067.000, 50 gram Rp 134.051.000, 100 gram Rp 268.021.000, dengan buyback 1 gram Rp 2.416.000.

Hubungan Harga UBS dan Emasku

Produk UBS di Pegadaian bertaraf sama, menawaran 0,5 gram Rp 1.422.000 dan 1 gram Rp 2.632.000 untuk satuan per gram, beserta buyback 1 gram Rp 2.287.000. Penarikannya pada 2 gram Rp 5.222.000, 5 gram Rp 12.903.000, 10 gram Rp 25.671.000, 25 gram Rp 64.052.000, 50 gram Rp 127.840.000, serta 100 gram Rp 255.577.000, memerinci bahkan dua setengah kilogram kepada Rp 638.755.000.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), yang sudah mengoperasikan lini perhiasan dan emas batangan sejak 1989 dan menjadi pelopor perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, meluncurkan produk Emasku pada 22 Juli 2026. Emasku, terjamin kadar 99% melalui Inductively Coupled Plasma (ICP), menawarkan harga dasar dan buyback dalam bentuk tarif jelas: 0,1 gram Rp 314.000 (buyback Rp 234.100), 0,25 gram Rp 736.000 (buyback Rp 585.250), 0,5 gram Rp 1.286.000 (buyback Rp 1.170.500), 1 gram Rp 2.462.000 (buyback Rp 2.341.000), 2 gram Rp 4.884.000 (buyback Rp 4.682.000), 5 gram Rp 12.130.000 (buyback Rp 11.705.000), 10 gram Rp 24.210.000 (buyback Rp 23.410.000), 25 gram Rp 60.250.000 (buyback Rp 58.525.000), 50 gram Rp 120.450.000 (buyback Rp 117.050.000), 100 gram Rp 240.800.000 (buyback Rp 234.100.000), 125 gram Rp 300.375.000 (buyback Rp 292.000.000), 150 gram Rp 360.300.000 (buyback Rp 350.400.000), 175 gram Rp 420.175.000 (buyback Rp 408.800.000), 200 gram Rp 480.000.000 (buyback Rp 467.200.000), 250 gram Rp 599.500.000 (buyback Rp 578.500.000), 500 gram Rp 1.199.000.000 (buyback Rp 1.157.000.000), serta 1 000 gram Rp 2.398.000.000 (buyback Rp 2.314.000.000).

Analisis singkat: Stagnasi pelanggan emas di Indonesia, yang menargetkan perlindungan nilai dan diversifikasi aset, didorong oleh ketidakpastian inflasi global dan ketegangan geopolitik. Kenaikan harga di ketiga penyedia utama menegaskan bahwa emas tetap menjadi “safe haven” terkemuka dan melindungi konsumen dari depresiasi mata uang. Data yang terintegrasi memungkinkan investor menilai secara cepat perkiraan properti nilai di setiap segmen, baik sewa panjang (per kilogram) maupun kebutuhan jangka pendek (gram-gram kecil). Dengan memperhatikan buyback dan tarif pajak, para investor dapat menyusun strategi membeli atau menjual emas secara lebih efisien di pasar domestik .

Artikel Terkait

0