Dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa terhadap rupiah hingga tembus 18.000 pada Kamis, (4/6/2026). Ini sektor yang terdampak.
PerbesarPetugas menunjukkan mata uang dolar dan mata uang rupiah di penukaran uang di Jakarta. (/Angga Yuniar)
, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Google Finance, pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 09.00 WIB, kurs rupiah telah menembus level Rp 18.016 per dolar AS. Lalu sektor apa yang paling terpukul dan dapat untung?
Pelemahan mata uang rupiah ini memunculkan dampak yang berbeda bagi berbagai sektor usaha. Ada industri yang menghadapi tekanan akibat lonjakan biaya impor dan utang valas, namun ada pula sektor yang justru berpotensi menikmati keuntungan dari melemahnya rupiah.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, mengatakan sektor yang paling rentan terhadap pelemahan rupiah adalah industri yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor maupun utang dalam mata uang asing.
Dia menuturkan, sektor manufaktur seperti industri kimia, petrokimia, plastik, elektronik, dan otomotif menjadi kelompok yang paling terdampak. Selain itu, industri farmasi dan alat kesehatan juga menghadapi tekanan karena masih bergantung pada bahan baku impor.
“Yang paling terpukul adalah industri dengan ketergantungan impor tinggi dan utang valas. Manufaktur (kimia, petrokimia, plastik, elektronik, otomotif), farmasi dan alat kesehatan, tekstil/garmen untuk pasar domestik, makanan-minuman berbahan impor, serta perusahaan infrastruktur/transportasi dengan pinjaman dolar,” kata Nanang kepada , Kamis (4/6/2026).
Sektor tekstil dan garmen yang berorientasi pada pasar domestik turut menghadapi tantangan serupa. Begitu pula dengan industri makanan dan minuman yang menggunakan bahan baku impor dalam proses produksinya.
Nanang menambahkan, perusahaan infrastruktur dan transportasi yang memiliki pinjaman dalam dolar AS juga berisiko mengalami kenaikan beban keuangan akibat depresiasi rupiah.
Emiten SDA dan Eksportir Berpotensi Menikmati Keuntungan
PerbesarKaryawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (/Johan Tallo)
Di sisi lain, pelemahan rupiah justru membuka peluang bagi sektor-sektor yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS, sementara sebagian besar biaya operasionalnya menggunakan rupiah.
Nanang menyebut sektor berbasis sumber daya alam (SDA) dan berorientasi ekspor menjadi kelompok yang paling diuntungkan dalam kondisi ini. Industri batu bara, minyak dan gas bumi (migas), crude palm oil (CPO), nikel, karet, serta pulp and paper termasuk dalam kategori tersebut.
“Pemenang utama adalah sektor berbasis SDA dan berorientasi ekspor dengan biaya dominan rupiah dan pendapatan USD. Batu bara, migas, CPO, nikel, karet, pulp & paper, perkebunan ekspor, serta manufaktur ekspor dengan kandungan lokal tinggi (tekstil ekspor, furnitur, produk kayu),” ujarnya.
Pariwisata Ikut Berpeluang Mendapat Sentimen Positif
PerbesarTeller menukarkan mata uang dolar ke rupiah di Jakarta, Jumat (2/2). Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berada di level Rp13.700 hingga Rp13.800.(/Angga Yuniar)
Selain sektor komoditas dan ekspor, industri pariwisata juga berpotensi memperoleh manfaat dari pelemahan rupiah. Dengan nilai tukar yang lebih rendah, Indonesia menjadi destinasi yang relatif lebih murah bagi wisatawan mancanegara dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini dapat meningkatkan daya tarik wisata Indonesia di mata turis asing.
“Pariwisata juga berpotensi diuntungkan karena Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing, sepanjang faktor non-kurs mendukung,” ujarnya.
Meski demikian, Nanang mengingatkan, keuntungan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh faktor kurs. Stabilitas ekonomi, keamanan, konektivitas transportasi, dan kualitas destinasi wisata tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi kunjungan wisatawan.
