BeritaLokal, Jakarta – PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) terus berupaya menghadapi tantangan pasar properti yang belum pulih sepenuhnya sepanjang 2026. Dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (11/6/2026), perusahaan mengungkapkan strategi bisnis yang menekankan segmen rumah tapak, inovasi produk, dan pemasaran kreatif.
Selain itu, HBAT memperkuat posisi di pasar hunian rumah tapak dengan konsep ramah lingkungan dan fleksibilitas aktivitas. Direktur Utama, Go Ronny Nugroho, mengatakan bahwa segmen ini masih menjadi pilihan utama karena menawarkan nilai tambah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diharapkan mendorong minat konsumen. “Segmen hunian rumah tapak menawarkan nilai tambah seperti konsep ramah lingkungan dan fitur yang mendukung fleksibilitas aktivitas,” kata Ronny dalam paparan tersebut.
HBAT juga mengandalkan kebijakan strategis lain, termasuk transformasi digital, pemanfaatan insentif pemerintah, serta penguatan legalitas dan transparansi. Perusahaan menekankan pengembangan kawasan terintegrasi yang mendukung fasilitas penunjang, sehingga mampu bersaing dengan pemain lokal di Sulawesi Utara.
Kinerja HBAT sepanjang 2025 mencatatkan penjualan sebesar Rp 24,53 miliar atau 33,6% dari target Rp 73,02 miliar. Laba komprehensif perusahaan mencapai Rp 2,7 miliar. Meski menghadapi tekanan seperti melemah daya beli masyarakat dan suku bunga kredit yang tinggi, HBAT tetap memperkuat pengelolaan biaya dan pengawasan strategis untuk menjaga profitabilitas.
Perusahaan juga mencatat peningkatan aset menjadi Rp 84,6 miliar (naik dari Rp 82,1 miliar) dan liabilitas turun menjadi Rp 3,5 miliar (turun dari Rp 3,7 miliar). Ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp 81,2 miliar dari Rp 78,3 miliar.
Dalam strategi bisnisnya, HBAT fokus pada pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi konsumen. “Inovasi produk, pemanfaatan insentif Pemerintah, transformasi digital dan pemasaran kreatif, penguatan legalitas dan transparansi, pembangunan berkelanjutan, konsep bangunan hijau, adalah sederet kebijakan dan strategi Perseroan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Ronny.
Sementara itu, HBAT tetap memperkuat posisinya sebagai pemain baru di Minahasa dengan pengembangan kawasan terintegrasi yang didukung fasilitas penunjang. Dengan strategi ini, perusahaan berharap dapat memulihkan momentum pertumbuhan sektor properti di tengah kondisi pasar yang masih mengalami tantangan.
Artikel Terkait
Belanja Pakai Momentum Pemerintah Percepat Anggaran 2026
22 Juli 2026
Daiso Ungkap Rahasia Bisnis ‘Satu Harga’ yang Menarik Konsumen
18 Juli 2026
Agung Podomoro Buka 250 Lowongan Kerja di 20 Unit Bisnis
16 Juli 2026
An Yujin IVE Menang Undian Apartemen Mewah Potensial Rp21 Miliar
14 Juli 2026
Strategi Radikal yang Membawa LEGO Kembali dari Ambang Kehancuran
14 Juli 2026Crocs: Dari Terjelek hingga Global Leader dengan Strategi yang Mengejutkan
9 Juli 2026
Miniso: Inovasi Retail yang Membuat Barang Murah Terasa Mewah
4 Juli 2026
SBI Holdings akuisisi Bitbank hingga Rp 4,9 triliun, peta bursa kripto Jepang berubah
26 Juni 2026
Memuat komentar...