Daftar 10 Saham Top Losers Sepekan

BeritaLokal, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sepekan pada 2-5 Juni 2026, turun 8,69% hingga ditutup di posisi 5.594,76 dari penutupan pekan lalu 6.127,38. Kegiatan ini mencerminkan dinamika pasar saham yang terpengaruh oleh faktor eksternal dan internal. Berikut analisis mendalam tentang saham top losers sepekan serta penyebab koreksi IHSG.

Selain penurunan IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga menunjukkan pergerakan negatif. Rata-rata nilai transaksi harian turun 5,71% menjadi Rp 26,97 triliun dari Rp 28,38 triliun pekan lalu, sementara volume transaksi meningkat 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham. Fenomena ini menunjukkan penurunan aktivitas pasar yang terus berlangsung.

Pada sepekan tersebut, tiga saham utama mencatat kenaikan harga terbesar: PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 47,45% menjadi Rp 515 per saham dari Rp 980, PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melemah 47,17% hingga Rp 112 per saham dari Rp 212, dan PT Triniti Dinamik Tbk (TURE) terperosok 43% menjadi Rp 57 per saham dari Rp 100. Kenaikan harga saham ini disebabkan oleh tekanan pasar yang mengarah pada kinerja ekonomi global.

Dalam koreksi IHSG, faktor utama mencakup efek rebalancing MSCI dan kelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan bahwa koreksi IHSG dipicu oleh dua aspek: pertama, durasi perdagangan yang pendek, dan kedua, pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah. Selain itu, investor mencermati dinamika negosiasi AS-Iran sebagai pemicu kebijakan pasar.

Sektor saham yang terpapar koreksi termasuk sektor energi (-1,17%), industri (-2,3%), konsumer non-siklikal (-2,45%), dan perawatan kesehatan (-2,2%). Sementara itu, sektor keuangan (-1,16%) dan properti & real estate (-1,96%) mengalami penurunan. Di sisi lain, sektor basic materials naik 0,79%, sektor consumer siklikal naik 0,02%, dan infrastruktur melemah 3,87%.

Pada akhir sepekan, investor asing melepas saham sebesar Rp 12,34 triliun. Aksi jual saham oleh investor asing pada pekan ini mencapai Rp 807,68 miliar dari pekan lalu. Dengan demikian, koreksi IHSG menggambarkan dinamika pasar yang terus bergerak sesuai dengan perubahan sentimen ekonomi global.

Artikel Terkait

0