Daftar 10 Saham Top Losers Sepekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 8,6% pada 2-5 Juni 2026. Berikut saham top losers sepekan.

PerbesarLayar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (/Angga Yuniar)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lesu pada perdagangan saham 2-5 Juni 2026. IHSG sepekan anjlok hingga meninggalkan posisi 6.000. Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham alami tekanan lebih besar atau top losers.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (6/6/2026), IHSG terpangkas 8,69% sehingga ditutup di posisi 5.594,76 dari pekan lalu 6.127,38. Kapitalisasi pasar BEI susut 8,59% menjadi Rp 9.807 triliun dari pekan lalu Rp 10.729 triliun.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga terperosok 5,71% menjadi Rp 26,97 triliun dari pekan lalu Rp 28,38 triliun. Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini naik 14,11% menjadi 2,41 juta kali tansaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan lalu. Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham catat penurunan besar atau top losers selama sepekan.

Pada pekan ini, saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) alami penurunan terbesar. Saham APIC turun 47,45% menjadi Rp 515 per saham dari pekan lalu Rp 980 per saham. Selain itu, saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) terperosok 47,17% menjadi Rp 112 per saham dari pekan lalu Rp 212 per saham. Disusul saham PT Triniti Dinamik Tbk (TURE) melemah 43% menjadi Rp 57 per saham dari pekan lalu Rp 100 per saham.

Berikut 10 saham top losers sepekan dikutip dari data BEI:1.PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)Saham APIC merosot 47,45% menjadi Rp 515 per saham dari pekan lalu Rp 980 per saham.

2.PT Krida Jaringan Nusantara Tbk

Saham KJEN merosot 47,17% menjadi Rp 112 per saham dari pekan lalu Rp 212 per saham.

3.PT Triniti Dinamik Tbk

Saham TRUE merosot 43% menjadi Rp 57 per saham dari pekan lalu Rp 100 per saham.

 

 

Top Losers Sepekan Lainnya

PerbesarPejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (/Angga Yuniar)

4.PT Multi Garam Utama Tbk

Saham FOLK merosot 37,38% menjadi Rp 134 per saham dari pekan lalu Rp 214 per saham.

5.PT Pelayaran Nasional Ekalya Puramsr Tbk

Saham ELPI merosot 35,90% menjadi Rp 1.125 per saham dari pekan lalu Rp 1.755 per saham.

6.PT Aviana Sinar Abadi Tbk

Saham IRSX merosot 35,29% menjadi Rp 242 per saham dari pekan lalu Rp 374 per saham.

7.PT Lancartama Sejati Tbk

Saham TAMA merosot 35,03% menjadi Rp 128 per saham dari pekan lalu Rp 197 per saham.

8.PT Futura Energi Global Tbk

Saham FUTR merosot 34,64% menjadi Rp 117 per saham dari pekan lalu Rp 179 per saham.

9.PT Calculus Global Ventures Tbk

Saham STAR merosot 34,39% menjadi Rp 290 per saham dari pekan lalu Rp 442 per saham.

10.PT Apollo Global Interactive Tbk

Saham BOGA merosot 34,33% menjadi Rp 880 per saham dari pekan lalu Rp 1.340 per saham.

IHSG Sepekan Turun 0,56%, Rebalancing MSCI hingga Rupiah jadi Pemicu

PerbesarPekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 25-29 Mei 2026. Koreksi IHSG sepekan didorong sentimen eksternal dan internal, salah satunya rebalancing MSCI.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (30/5/2026), IHSG terpangkas 0,56% menjadi 6.127,38 dari penutupan pekan lalu di 6.162,04. Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 0,88% menjadi Rp 10.729 triliun dari Rp 10.635 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono mengatakan, koreksi IHSG dipicu sejumlah faktor. Pertama, hari perdagangan yang relatif pendek pada pekan ini. “Kedua, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Herditya saat dihubungi.

Ketiga, rebalancing MSCI. Keempat, investor masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran.

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan terperosok 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi dari 2,37 juta kali transaksi pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian BEI turun 15,60% menjadi 30,95 miliar saham dari pekan lalu 36,67 miliar saham pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan terperosok 30,37% menjadi Rp 28,38 triliun dari pekan sebelumnya Rp 21,77 triliun.

Di sisi lain, investor asing melepas saham Rp 12,34 triliun selama sepekan. Aksi jual saham oleh investor asing pada pekan ini lebih besar dari pekan lalu yang mencapai Rp 807,68 miliar.

Dari 11 sektor saham, mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham energi turun 1,17%, sektor saham industri terperosok 2,3%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,45%, dan sektor saham perawatan kesehatan turun 2,2%.

Sektor saham keuangan terpangkas 1,16%, sektor saham properti dan real estate susut 1,96%, sektor saham teknologi tergelincir 0,87%.

Di sisi lain, sektor saham basic materials bertambah 0,79%, sektor saham consumer siklikal naik 0,02%, sektor saham infrastruktur melemah 3,87% dan sektor saham transportasi dan logistic melompat 4,69%.



error: Content is protected !!