BeritaLokal, Jakarta – Bursa Asia menguat tajam Jumat (13/6/2026), diiringi kenaikan harga saham Korea Selatan dan Jepang, yang mencerminkan sentimen positif terkait kebijakan diplomatik AS-Iran serta IPO SpaceX. Pergerakan pasar Asia ini berlangsung setelah pasokan dana global mengalami penguapan di bursa Amerika Serikat (AS), sementara investor memperkirakan stabilitas geopolitik dapat meringankan tekanan harga energi dan memperkuat prospek ekonomi global.
Selain itu, optimisme terhadap kesepakatan damai antara AS dan Iran menjadi pemicu kenaikan sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan sudah masuk tahap akhir, dengan potensi segera dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir dan menyebutkan bahwa kebijakan ini dapat memperkuat kesejahteraan ekonomi global. Penguatan pasar juga diimbangi dengan rencana IPO SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, yang akan melantai di bursa Nasdaq dengan harga penawaran $135 per saham.
IPO SpaceX, yang diperkirakan memiliki nilai sekitar $1,77 triliun, menarik perhatian investor global karena ukuran penawaran sahamnya mencapai 555,6 juta saham dengan potensi pendanaan hingga $75 miliar. Meski demikian, analis mengingatkan bahwa kenaikan harga saham besar bisa memicu volatilitas pasar, terutama jika investor menjual portofolio mereka untuk mendapatkan dana. Strategi Ekuitas Global Wells Fargo Investment Institute menyebutkan bahwa penguapan dana ini sering kali memicu gejolak jangka pendek di pasar saham.
Kondisi stabilitas geopolitik dan kinerja teknologi juga menjadi faktor utama yang mendorong penguatan bursa Asia. Dengan sentimen positif dari penyelesaian konflik di Timur Tengah, investor mulai memperluas investasi ke aset berisiko seperti saham, mengimbangi tekanan harga energi. Pergerakan pasar Wall Street dan Asia semakin terpantau sebagai bagian dari dinamika global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan politik.