Bellingham: Kunci Kemenangan Inggris di Piala Dunia 2026

BeritaLokal, Jakarta – Jude Bellingham kembali menunjukkan alasan mengapa ia menjadi wajah baru sepak bola Inggris saat The Three Lions menyambar Meksiko 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Estadio Azteca, Bellingham membawa timnya mengakhiri jejak kemenangan sebelumnya dengan dua gol penting yang menjadi penentu keberhasilan Inggris lolos perempat final.

Pertandingan dimulai dengan tekanan Meksiko yang memperlihatkan ketenangan di depan publik sendirinya, sementara Inggris harus beradaptasi sebelum Bellingham tampil sebagai pilar utama. Pemain 23 tahun itu mengambil alih panggung setelah gol pertama dilesakkan melalui sundulan yang memanfaatkan umpan Bukayo Saka. Dua menit kemudian, ia menyamarkan kesalahan Meksiko lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan Harry Kane. Momentum sebelumnya berada di tangan Meksiko pun terpecahkan saat Bellingham membawa Inggris mengubah arah laga.

Dua gol tersebut tidak hanya memperlihatkan keunggulan Inggris, tetapi juga menunjukkan kinerja yang selalu muncul pada momen paling penting. Meski Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan melalui Julian Quinones sebelum turun minum, dua gol Bellingham sudah memberi fondasi yang tak tergantikan. Di babak kedua, tekanan berdatangan setelah Jarell Quansah menerima kartu merah, namun keunggulan Inggris tetap bertahan karena konsistensi sejak awal.

Harry Kane menambah keunggulan lewat penalti sebelum Raul Jimenez membuka harapan Meksiko dari titik putih. Hingga peluit akhir berbunyi, Inggris memastikan langkah menuju perempat final untuk menghadapi Norwegia. Penampilan Bellingham tidak hanya mencetak dua gol, tetapi juga menjadi cerita terbesar malam itu. Dua golnya bukan sekadar menambah koleksi pribadi, melainkan fondasi kemenangan yang tak bisa dihapus oleh tekanan tuan rumah atau situasi bermain dengan sepuluh pemain.

Catatan bersejarah juga turut muncul saat Bellingham menjadi pemain termuda yang mencapai 10 penampilan di Piala Dunia, memecahkan rekor Mario Kempes sejak 1978. Penghargaan Man of the Match mengakhiri malam istimewa itu, namun nilai terbesar dari penampilan Bellingham terletak pada kemampuannya mengangkat permainan Inggris ketika tim paling membutuhkannya. Kualitas ini membuat harapan juara The Three Lions semakin nyata.

Sumber: FIFA

Artikel Terkait

0