BeritaLokal, Jakarta – Ari Irham, aktor yang dikenal dengan perannya dalam serial “Bintang Besar” dan “Kekasih Saya,” kini terus berkomitmen mengembangkan bakat musiknya untuk memperkuat karakternya di film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis. Proses perekrutan aktor dan pembelajaran instrumen musik menjadi fokus utama dalam produksi film ini, yang menegaskan kehidupan sehari-hari anak band sebagai inti cerita.
Selain itu dua bulan terakhir, Ari Irham melakukan latihan intensif untuk memperkuat keterampilannya vokal dan instrumen musik seperti drum, bass, dan gitar. Ia mengakui bahwa proses ini tidak mudah karena ia belum memiliki dasar nyanyi yang cukup. Menurut Ari, bimbingan langsung dari musisi profesional membantu dirinya memahami teknik perekam suara dan keterampilan praktis dalam bermain instrumen. “Dua bulan itu lumayan susah, tapi aku punya dasar sedikit di gitar,” ujar Ari saat berkunjung ke Pinang Ranti, Jakarta Timur, Rabu (10/6/2026).
Proses pelatihan ini tidak dilakukan secara individu. Ferly, sutradara dan produser film, menegaskan bahwa keterlibatan musisi profesional sangat penting untuk menciptakan atmosfer band yang autentik di lokasi syuting. “Anak band di sini tidak hanya belajar teknik, tapi juga memahami dinamika kebersamaan dalam bermain,” kata Ferly. Pemilihan aktor dilakukan secara ketat, dengan fokus pada jiwa musikal mereka. “Kita ingin pemain yang memiliki keterampilan seni tinggi, bukan hanya eksekusi akting,” lanjutnya.
Film Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis menekankan cerita kehidupan anak band yang penuh dinamika. Selain Ari Irham, aktor lain seperti Teuku Rizky, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, dan Askara Salim mendukung narasi ini. Ferly mengatakan bahwa karakter-karakter dalam film diambil dari pengalaman sehari-hari mereka sebagai bagian dari kisah keluarga musikal. “Ini bukan hanya cerita tentang kehidupan aktor, tapi juga tentang kebersamaan dan dinamika yang ada di balik band,” katanya.
Penggemar menantikan pengembangan karier Ari Irham dalam dunia tarik suara. Namun, ia tetap menjaga sikap terbuka: “Jika memang karier menuju ke sana, ya kita lihat saja nanti.” Proses produksi film ini menunjukkan eksistensi keterlibatan aktor, musisi, dan peneliti dalam menciptakan kisah yang menggambarkan kehidupan sehari-hari anak band secara realistis.