BeritaLokal, Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) mengalami kinerja mingguan terburuk sejak kebangkrutan FTX pada 2022, menunjukkan penurunan hingga US$ 61.270 atau Rp 1,09 miliar pada Jumat pekan lalu. Kinerja ini menjadi puncak dari krisis yang terjadi di industri kripto sejak kejatuhan FTX, yang memicu perubahan struktural dalam pasar.
Selain itu, harga Bitcoin turun 2,24% dalam 24 jam dan 8,74% selama seminggu, menempatkan level tertinggi di bawah US$ 60.000 atau Rp 1,07 miliar pada Oktober 2024. Analis seperti Griffin Ardern dari Primal Fund mengatakan bahwa harga masih jauh dari titik terendah yang sebenarnya, meski telah pulih setelah penurunan 16% sepekan lalu.
Tekanan harga Bitcoin mencuat karena perusahaan pembelian milik Michael Saylor, Strategy Inc., yang melepas sebagian kepemilikannya. Perubahan ini merusak narasi bahwa perusahaan tidak akan menjual aset, meski kinerja teknis dan harapan suku bunga terus berubah. Namun, sinyal teknikal seperti penembusan di bawah rata-rata 200 minggu memperkuat kehati-hatian pasar.
Investor mulai ragu, dengan arus keluar dari ETF Bitcoin spot mencapai US$ 5,5 miliar atau Rp 98,69 triliun dalam 13 hari berturut-turut. Direktur Paul Howard mengklaim bahwa pasar bearish yang senyap karena belum terjadi keruntuhan besar seperti FTX. “Penembusan di bawah rata-rata MA 200 menunjukkan fase bearish,” katanya.
Kinerja volatilitas tinggi Bitcoin membuat reli mungkin tidak berlangsung lama. Ardern menyebutkan bahwa opsi jangka panjang cenderung bullish di titik terendah yang sebenarnya, tetapi belum terjadi saat ini.
Pada level tertinggi, harga Bitcoin mencapai US$ 126.000 atau Rp 2,26 miliar pada bulan lalu, namun kini terjepit di bawah rata-rata. Meski begitu, pasar masih bergerak dengan ketidakpastian, terutama karena kelemahan struktural yang terungkap sejak kebangkrutan FTX.
BeritaLokal, Jakarta, Kinerja Bitcoin mencapai level tertinggi di bawah US$ 60.000, memicu perubahan dalam dinamika pasar kripto. Dengan tekanan harga dan ketidakpastian investor, tren reli mungkin tidak akan berlanjut jauh hari ke depan.