AI Indonesia Siap Kolaborasi Global di World AI Conference

BeritaLokal, Shanghai – Menko Airlangga Sebut Indonesia Siap Kolaborasi Kembangkan Ekosistem AI Kelas Dunia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi kesiapan Indonesia berpartisipasi dalam merancang ekosistem kecerdasan buatan global yang terbuka dan inklusif. Ia menyatakan bahwa “Indonesia siap bekerjasama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia” saat berlangsungnya Opening Ceremony World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di kota perdagangan megah Shanghai. Menko Airlangga menekankan bahwa inisiatif tersebut merupakan lanjutan dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang secara tegas mendorong pengembangan serta pemanfaatan AI di tanah air.

Di antara para pejabat tinggi, Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping menegaskan pentingnya AI sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan manusia. Ia menyerukan agar “pengembangan AI tidak seharusnya menjadi ‘a solo performance’ oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration’.” Xi menambahkan rencana Tiongkok untuk membuka platform AI berbasis open source, memungkinkan berbagai negara merancang dan mengembangkan sistem AI secara kolaboratif. Selama lima tahun ke depan, pemerintah Tiongkok akan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas, menargetkan jutaan peserta global agar dapat mengakses dan menerapkan teknologi ini, sehingga mengurangi kesenjangan digital yang masih melekat pada banyak wilayah dunia.

Guterres Dukung WAICO

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengapresiasi pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi wadah kolaborasi internasional yang mendorong pengembangan AI dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Guterres menekankan bahwa AI harus dirancang secara bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat dunia. Dalam sambutannya, ia menyoroti kesamaan visi antara Indonesia dan Tiongkok dalam memperkuat kemitraan digital, serta menegaskan perlunya tata kelola global untuk memastikan aman dan adilnya teknologi tersebut.

Program Pelatihan AI

Para pemimpin negara lain juga turut menyampaikan pentingnya platform global ini. Presiden Kazakhstan, Perdana Menteri Kamboja, dan Perdana Menteri Thailand menyoroti bagaimana kolaborasi AI dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperluas peluang ekonomi bersama. Ditengah diskusi, Menko Airlangga kembali menegaskan komitmen Indonesia: “Indonesia sangat mengapresiasi… kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk bergabung sebagai salah satu Anggota Pendiri WAICO.” Indonesia juga menggandeng berbagai negara untuk membangun tata kelola teknologi yang mendukung perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta kemajuan bersama.

Di balik kebijakan ini, Indonesia menempatkan transformasi digital dan penguasaan teknologi sebagai pilar penting dalam meningkatkan daya saing nasional. Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama bagi kebijakan pembangunan ke depan, serta perlu untuk memperkuat kesejahteraan rakyat. Kolaborasi dengan Tiongkok melalui WAICO akan memberi Indonesia akses ke investasi, penelitian, dan pelatihan yang dapat mempercepat penerapan AI di sektor publik maupun swasta.

Belanja pengembangan AI global ini tidak hanya terbatas pada sektor teknologi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, misalnya, memicu program pelatihan AI bagi guru dan pelajar, menargetkan akumulasi pengetahuan teknis dan etika seiring adopsi sistem AI yang lebih luas. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya memperbolehkan hijau menjadi landasan strategi digital nasional, membangun infrastruktur dan kebijakan perlindungan data yang robust.

Sementara acara WAIC berlangsung, para delegasi dari berbagai negara menindaklanjuti diskusi dengan sesi roundtable mengenai standar penilaiannya. Di sana, Indonesia menyuarakan pemikirannya mengenai bagaimana AI dapat digunakan untuk mendorong alokasi sumber daya sosial yang lebih efisien, termasuk dalam distribusi layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Menko Airlangga menegaskan pentingnya interaksi lintas sektoral antara pemerintah, akademisi, dan industri untuk mencapai sinergi yang optimal, sekaligus menyoroti peran Indonesia sebagai jembatan antara negara berkembang dan negara maju dalam perekonomian berbasis AI.

Artikel Terkait

0