Miliarder Arab di balik klub sepak bola top dunia

BeritaLokal, Jakarta – Sepak bola tidak hanya menjadi olahraga paling populer di dunia, tetapi juga menjadi industri bisnis global yang menarik investasi miliarder Arab. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah miliarder Arab seperti Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud, Tiga Bersaudara Sawiris, dan Mohamed Mansour telah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk klub sepak bola ternama di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud
Kemampuan finansialnya yang mencapai US$ 21,7 miliar membuatnya menjadi salah satu pihak terbesar dalam bisnis sepak bola. Pada April 2026, ia membeli 70% saham klub Al Hilal Saudi Club dari Public Investment Fund (PIF) seharga US$ 224 juta. Transaksi ini menunjukkan nilai perusahaan sekitar US$ 373 juta, dan Al Hilal kini merupakan salah satu klub terkemuka di Asia dengan 90 gelar resmi, termasuk empat gelar Liga Champions Asia. Klub ini juga memegang rekor 21 gelar Liga Arab Saudi sejak 1962. Pendapatan Al Hilal meningkat dari US$ 110 juta pada tahun fiskal 2023 menjadi lebih dari US$ 224 juta pada 2025.

Tiga Bersaudara Sawiris
Dengan kaya raya sekitar US$ 16,5 miliar, Tiga Bersaudara Sawiris mengelola klub sepak bola di Eropa dan Afrika. Nassef Sawiris, bersama Wes Edens, membeli 55% saham Aston Villa melalui V Sports pada 2018. Investasi awal sekitar US$ 39 juta membawa Aston Villa ke Liga Europa musim 2025/2026. Selain itu, Nassef juga memegang saham Adidas dengan nilai mencapai US$ 28,4 miliar dan mengelola klub ZED FC di Mesir. ZED FC, yang berasal dari negara tersebut, berhasil menyabet final Piala Mesir pada 2023.

Mohamed Mansour
Miliarder Mesir Mohamed Mansour, dengan kekayaan US$ 4 miliar, memperluas jaringannya di industri sepak bola internasional melalui akademi pendidikan Right to Dream (RTD). RTD menjadi platform utama untuk klub MLS Amerika Serikat, San Diego FC, dan klub Mesir FC Masar. San Diego FC, yang debut di MLS pada Februari 2025, menempati peringkat ke-10 Forbes dengan valuasi US$ 795 juta. Mansour Group juga membangun akademi baru di Ghana pada Oktober 2025, berencana mulai operasional pada 2027.

Investasi para miliarder Arab ini menunjukkan bahwa sepak bola kini bukan hanya olahraga, tetapi industri global bernilai miliaran dolar yang mampu menarik perhatian konglomerat dunia. Kebijakan investasi mereka memperkuat daya saing klub dan meningkatkan nilai bisnis secara global.

Reporter: Hanan Mahira Amani

error: Content is protected !!