BeritaLokal, Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan ada potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 55 ribu buruh di Bekasi, Jawa Barat. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh kenaikan harga gas industri yang dinilai menjadi penyebab utama.
Andi Gani menyatakan, dua perusahaan produsen keramik terbesar, Granito dan Millenium Keramik, akan mengancam tutup pada waktu dekat karena biaya gas industri yang melonjak mencapai US$ 23 per MMBTU. Sementara itu, harga gas bumi tertentu (HGBT) di Indonesia hanya sekitar US$ 6 per MMBTU, membuat industri keramik menghadapi tekanan ekonomi.
Kekhawatiran ini terasa kritis karena dua pabrik tersebut merupakan anggota KSPSI besar di Bekasi. Andi Gani meminta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad segera berunding dengan pemerintah untuk mencari solusi cepat, terutama dalam waktu 2-3 hari ke depan. Jika tidak ada kebijakan, 55 ribu karyawan bisa kehilangan pekerjaan.
“Kita khawatir karena harga gas yang tinggi berdampak pada target utilisasi industri,” kata Andi Gani. Industri keramik di Indonesia hanya mendapatkan sekitar 40% pasokan gas dengan harga khusus US$ 7 per MMBTU, sementara harganya mencapai US$ 15 per MMBTU. Kenaikan ini berdampak pada kebutuhan energi dan biaya produksi pabrik.
Selain itu, kondisi pasar gas di Indonesia dinilai lebih menantang dibandingkan negara-negara lain seperti Thailand dan Malaysia yang mengalami kenaikan harga hingga US$ 12-11 per MMBTU. Andi Gani menyebutkan, kekurangan pasokan gas di dalam negeri justru membuat Indonesia lebih rentan ekspor LNG terbesar di dunia.
KSPSI meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk mendukung industri keramik dalam menekan harga gas dan meningkatkan utilisasi. “Tidak ada waktu yang boleh diperpanjang, karena keadaan ini sangat kritis,” kata Andi Gani.
Sementara itu, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) memproposionalisasi pembahasan bersama pemerintah, pemasok gas, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing industri. Kehadiran pemerintah dianggap penting untuk menciptakan solusi yang segera diambil.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi keramik di Bekasi tengah menghadapi tantangan kritis akibat harga gas yang melonjak. Dengan sumber daya terbatas dan tekanan pasar, industri harus beradaptasi dengan perubahan agar tetap mampu bersaing.