Menteri Akui Risiko PHK di Berbagai Sektor Industri

BeritaLokal, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan adanya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri di Indonesia. Dampak geopolitik global dan ketidakstabilan pasokan gas terhadap industri keramik menjadi salah satu faktor utama yang memperparah situasi tersebut, menurut data dari Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki).

Selain itu, Menaker menyebutkan langkah mitigasi seperti skema bipartit dan mediasi oleh Kementerian Ketenagakerjaan menjadi upaya untuk mengatasi ancaman PHK. “Ada beberapa sektor yang masih dalam taraf ancaman atau risiko PHK,” katanya usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Jakarta, 23 Juni 2026.

Di antaranya, industri keramik khawatir harga gas bumi yang terganggu mengancam peningkatan utilisasi pabrik. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menilai kenaikan harga gas dari USD 9 per MMBTU ke USD 12 di Thailand dan USD 10-11 di Malaysia membuat Indonesia membutuhkan solusi lebih lanjut. Industri keramik saat ini hanya menerima sekitar 40% pasokan gas dengan harga khusus USD 7 per MMBTU, sementara rata-rata biaya energi mencapai USD 15 per MMBTU.

“Kondisi ini berpotensi mengganggu target peningkatan utilisasi industri,” kata Edy. Peningkatan produksi dan utilisasi pabrik membutuhkan dukungan untuk tetap bersaing dengan produk impor atau produsen lokal. “Industri keramik harus menyesuaikan harga gas agar mampu mengatasi tantangan pasar,” tambahnya.

Selain itu, Menaker menyebutkan bahwa upaya penyelesaian masalah ketenagakerjaan memerlukan kooperasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk serikat buruh. “Kami berharap semangat persatuan dan kesatuan dapat menjadi modal untuk menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan,” jelas Menaker.

Dalam keterbukaannya, Asaki meminta pemerintah, pemasok gas, dan pelaku usaha bekerja sama dalam pembahasan harga dan pasokan gas guna meningkatkan utilisasi industri keramik. “Kita khawatir gangguan ini dapat mengganggu target peningkatan produksi,” ujar Edy.

BeritaLokal, Jakarta, Dampak ketidakstabilan pasokan gas dan gejolak geopolitik terus memperparah risiko PHK di sejumlah sektor industri. Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus bersinergi untuk mengatasi tantangan ini, terutama di sektor yang sangat bergantung pada pasokan energi.

error: Content is protected !!