Bos Danantara buka peluang lahan eks hotel Sultan untuk dijelajahi oleh InJourney

BeritaLokal, Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan rencana pengelolaan lanjutan lahan bekas Hotel Sultan di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Rencana ini berpeluang dilakukan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney sebagai bagian dari upaya membangun kawasan pariwisata baru.

Rosan menekankan bahwa InJourney memiliki pengalaman dalam mengelola kawasan pariwisata, yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk merancang kembali area eks Hotel Sultan sebagai daya tarik wisata. Ia menyebutkan bahwa hotel The Meru dan hotel lainnya di lokasi tersebut juga memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur wisata. “Kami punya InJourney, kami punya The Meru, dan nanti kalau eks Hotel Sultan selesai, pengelolaannya bisa dilakukan oleh keduanya,” kata Rosan, menambahkan bahwa rencana ini dirancang untuk membangun kawasan baru yang berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Pengelolaan lahan bekas Hotel Sultan saat ini sedang dalam proses eksekusi pengosongan. Tim verifikator masih melakukan pendataan dan skrining barang-barang di gudang penyimpanan, dengan rencana pindah ke lokasi baru di Cikarang, Jawa Barat. “Kami beri tenggat enam bulan untuk mengambil aset, dan proses ini sedang dilakukan secara menyeluruh,” kata Koordinator Aset Afrizal. Sementara tim Kuasa Hukum Mensesneg dan PPKGBK menunggu pindah barang ke gudang baru, yang akan dimulai pada 20 Juni 2026.

Dua lokasi penyimpanan telah disiapkan di Kabupaten Bekasi: satu di Komplek Pergudangan Cikarang G-2C dan satu di Kawasan Industri MM2100. Proses pemindahan barang ditargetkan rampung dalam satu bulan, dengan tim verifikator masih melakukan pendataan dan pengemasan barang di setiap gedung. “Para mover sedang melakukan label dan pendataan internal, sehingga skrining di dalam masih dilakukan,” ujar Kharis Sucipto.

Dengan rencana ini, eks Hotel Sultan dijadikan ikon baru untuk Indonesia, mendukung visi pemerintah dalam membangun kawasan wisata yang berkelanjutan. Proses pengosongan dan penataan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan ekonomi lokal.

BeritaLokal, Jakarta, Kepemimpinan pemerintah terus berupaya mengubah kawasan sebelumnya menjadi daya tarik wisata, sementara pengelolaan lahan eks Hotel Sultan tetap dalam proses penyelesaian.

error: Content is protected !!