BeritaLokal, Jakarta – PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) mengganti jajaran manajemen dengan dua mantan bos Pelni yang kini menjabat sebagai direktur utama. Tri Andayani dan Anik Hidayati terpilih menjadi pengurus baru IAS, sementara Budi Setyawan Wijaya diputuskan sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.
Selain Tri Andayani, Anik Hidayati juga diangkat menjadi Direktur Sumber Daya Manusia dan Digitalisasi IAS. Perubahan pengurus telah berlaku sejak pekan ini. “Iya betul perubahan tersebut efektif Jumat (19/6/2026),” ujar Cindy Juwita, Kepala Corporate Communications & Stakeholder Division IAS, dalam konfirmasi terkini. Tri Andayani sebelumnya menjabat Direktur Utama Pelni, sementara Anik Hidayati sebelumnya merupakan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pelni. Keduanya diberhentikan dalam RUPS Pelni pada Kamis (18/6/2026).
Dewan direksi IAS kini terdiri dari Tri Andayani sebagai Direktur Utama, Danny P Thaharsyah menjabat Direktur Operasi, Muchdian Muchlis sebagai Direktur Komersial, Citra Amelya menjadi Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, dan Anik Hidayati diangkat menjadi Direktur SDM & Digitalisasi. Sementara itu, Kokok Susanto menggantikan Robert MP Sinaga sebagai Direktur Armada dan Teknik, sementara Hana Suhardi mengisi posisi Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut setelah diberhentikan Kokok.
RUPS Pelni yang dihadiri pejabat Danantara Assets Management (DAM) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyetujui laporan keuangan tahun buku 2025 serta kinerja Perusahaan. Dewan Direksi dan Komisaris baru Pelni terdiri dari Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama, Triswahyu Herlina diangkat sebagai Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Kokok Susanto menjabat Direktur Armada dan Teknik, Heri Purnomo menjadi Direktur SDM dan Umum, serta Nuraini Dessy W menggantikan Direktur Usaha Angkutan Penumpang.
Perubahan jajaran manajemen IAS mencerminkan strategi perusahaan untuk memperkuat keahlian internal dalam sektor pelayaran. Tri Andayani dan Anik Hidayati kini terlibat dalam pengembangan bisnis IAS, sementara Budi Setyawan Wijaya tetap menjadi pemimpin Pelni. Perubahan ini juga menunjukkan upaya IAS untuk mengalihkan fokus ke sektor pelayaran secara intensif, meskipun perusahaan terus berinvestasi dalam teknologi dan digitalisasi.
Selain itu, perubahan manajemen IAS diharapkan akan meningkatkan efisiensi operasional serta keterlibatan tim internal dalam pengambilan keputusan strategis. Kepala Corporate Communications IAS menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan stakeholder, termasuk pelanggan dan mitra bisnis. Pemutaran perubahan ini juga menjadi bagian dari langkah konsolidasi IAS dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.
Dengan penerapan struktur manajemen baru, IAS diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelanggan dengan lebih efektif dan meningkatkan nilai tambah bagi pengguna layanan transportasi laut. Kedua mantan bos Pelni yang kini menjadi direktur utama IAS juga diperkirakan akan berkontribusi dalam mengembangkan bisnis baru atau inovasi teknologi di sektor pelayaran.